home news

Lewat Tabung Karya, GMTD Perkuat Kemandirian Ekonomi Komunitas KOADS

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:43 WIB
PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 4. Foto/Istimewa
PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 4. Mengusung tema "Merangkai Kreativitas, Mencipta Nilai", program ini memberikan pelatihan pembuatan gantungan kunci dan gelang kepada para ibu yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS), termasuk anggota Sahabat IWAPI.

Kegiatan yang berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, Selasa (30/6), diikuti 75 peserta. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan membuat aksesori sederhana yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi untuk mendukung pendapatan keluarga.

Program Tabung Karya merupakan inisiatif berkelanjutan GMTD yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, pengembangan kreativitas, dan penciptaan peluang ekonomi. Pada penyelenggaraan tahun ini, GMTD menggandeng KOADS sebagai bentuk dukungan terhadap para orang tua yang memiliki anak dengan Down Syndrome sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan baru.

Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan, GMTD menghadirkan Tangan Dia sebagai mitra sekaligus narasumber. Peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar merangkai, pemilihan kombinasi warna, hingga menghasilkan gantungan kunci dan gelang yang menarik serta memiliki nilai jual.

Chief Operating Officer GMTD, Jemmy Andreas Persang, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan kegiatan CSR yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

"Melalui Tabung Karya, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mempererat kebersamaan di dalam komunitas," ujarnya.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain mempelajari teknik pembuatan kerajinan, mereka juga didorong untuk melihat potensi usaha dari produk yang dihasilkan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya