home news

Polri Harus Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Rakyat

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:39 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi menghadiri HUT Bhayangkara ke 80 di Mapolda Sulsel.
Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung khidmat. Bahkan kegiatan yang digelar di Mapolda Sulsel, Rabu, (01/07/2026) dihadiri oleh seluruh Forkopimda Sulsel sebagai dukungan atas delapan dekade Korps Bhayangkara ini

Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman bahkan menghadiri langsung upacara yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr Sila Pulungan, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen undangan lainnya.

Kehadiran Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dalam momentum Hari Bhayangkara ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran Polri sebagai institusi penjaga keamanan, ketertiban masyarakat, penegak hukum, sekaligus pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Andi Amar menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selama 80 tahun terus hadir menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 untuk seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri harus selalu dekat dengan rakyat, melayani dengan humanis, bekerja profesional, serta menjunjung tinggi keadilan dan kepastian hukum,” ujar Andi Amar.

Sebagai Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar menegaskan bahwa Polri memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan nasional, memperkuat penegakan hukum, serta membangun kepercayaan publik. Menurutnya, tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat saat ini semakin kompleks, mulai dari kejahatan konvensional, narkoba, judi online, tindak pidana siber, hingga berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.

“Polri harus terus memperkuat profesionalitas, integritas, dan pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Karena itu, reformasi kultural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pelayanan yang responsif harus terus menjadi perhatian,” tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya