Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Jum'at, 03 Juli 2026 - 14:28 WIB
Suasana Zikir, Doa, Silaturahmi, dan Haul Muassis dalam rangka Milad ke-72 UMI di GOR Kampus II UMI, Jumat (3/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Zikir, Doa, Silaturahmi, dan Haul Muassis sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-72 UMI. Kegiatan tersebut berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Kampus II UMI, Jumat (3/7/2026).
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, mengatakan momentum Milad ke-72 dan Haul Muassis bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang refleksi untuk mengenang jasa para pendiri UMI.
"Kita berharap rangkaian Milad ke-72 sekaligus haul para pendiri ini dapat menjadi momentum dan semangat untuk mengenang jasa-jasa para pendiri UMI. Beliau-beliau telah berjasa dalam menanamkan nilai-nilai dan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bernapaskan keislaman," ujarnya.
Menurut Prof. Hambali, kegiatan zikir kali ini memiliki makna yang lebih khusus karena dirangkaikan dengan penutupan rangkaian Milad ke-72 UMI serta Haul Muassis.
"Kita ingin menjadikan semangat dan spirit beliau sebagai pengingat bahwa UMI ini adalah lembaga yang diwakafkan," ucapnya kepada wartawan.
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI itu menegaskan bahwa para pendiri telah meninggalkan amanah besar kepada seluruh civitas akademika untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
"Para pendiri telah menitipkan lembaga ini kepada kita semua untuk melahirkan generasi penerus dalam estafet keberlanjutan pembangunan agama dan bangsa, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Selatan," tegasnya.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, mengatakan momentum Milad ke-72 dan Haul Muassis bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang refleksi untuk mengenang jasa para pendiri UMI.
"Kita berharap rangkaian Milad ke-72 sekaligus haul para pendiri ini dapat menjadi momentum dan semangat untuk mengenang jasa-jasa para pendiri UMI. Beliau-beliau telah berjasa dalam menanamkan nilai-nilai dan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bernapaskan keislaman," ujarnya.
Menurut Prof. Hambali, kegiatan zikir kali ini memiliki makna yang lebih khusus karena dirangkaikan dengan penutupan rangkaian Milad ke-72 UMI serta Haul Muassis.
"Kita ingin menjadikan semangat dan spirit beliau sebagai pengingat bahwa UMI ini adalah lembaga yang diwakafkan," ucapnya kepada wartawan.
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI itu menegaskan bahwa para pendiri telah meninggalkan amanah besar kepada seluruh civitas akademika untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
"Para pendiri telah menitipkan lembaga ini kepada kita semua untuk melahirkan generasi penerus dalam estafet keberlanjutan pembangunan agama dan bangsa, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Selatan," tegasnya.