Kampanye Safety Riding Astra Honda Raih Jutaan Penonton di Media Sosial
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:33 WIB
Melalui 247 konten kreatif yang diunggah di berbagai platform media sosial, para peserta berhasil meraih total 4,8 juta views selama rangkaian Safety Riding Camp (SRC) 2026. Foto/IST
Kampanye keselamatan berkendara yang digagas para Duta Safety Riding Astra Honda mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui 247 konten kreatif yang diunggah di berbagai platform media sosial, para peserta berhasil meraih total 4,8 juta views selama rangkaian Safety Riding Camp (SRC) 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM).
Program ini diikuti 128 duta keselamatan berkendara hasil seleksi regional yang berlangsung sejak April 2026. Puncak kegiatan akan digelar pada 7–9 Juli 2026 di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.
Menjelang babak final, sebanyak 53 peserta terbaik dari berbagai daerah masih menjalani pembekalan intensif. Dari jumlah tersebut, hanya 36 peserta yang akan lolos mengikuti puncak SRC 2026. Mereka terdiri atas siswa dan guru SMA/sederajat dari enam Safety Riding Lab Astra Honda, sembilan mahasiswa dari dua perguruan tinggi, serta delapan guru PAUD dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan Safety Riding Camp merupakan bentuk kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya keselamatan berkendara yang berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan media sosial membuat pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui konten yang dibuat oleh generasi muda.
"Kami melihat generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri pada gelaran SRC 2026, kami tidak hanya mencari duta keselamatan terbaik, tetapi juga memperkuat kompetensi mereka agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara kreatif, efektif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar Muhibbuddin.
Salah seorang peserta, Imam Utomo dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, mengaku bangga dapat terlibat dalam program tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama Safety Riding Camp dapat memperluas dampak edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekitarnya.
"Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengampanyekan budaya keselamatan berkendara. Saya sangat antusias mengikuti Final Safety Riding Camp 2026 karena akan mendapatkan banyak pengalaman dan kompetensi baru dengan harapan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lebih banyak masyarakat," katanya.
Program ini diikuti 128 duta keselamatan berkendara hasil seleksi regional yang berlangsung sejak April 2026. Puncak kegiatan akan digelar pada 7–9 Juli 2026 di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.
Menjelang babak final, sebanyak 53 peserta terbaik dari berbagai daerah masih menjalani pembekalan intensif. Dari jumlah tersebut, hanya 36 peserta yang akan lolos mengikuti puncak SRC 2026. Mereka terdiri atas siswa dan guru SMA/sederajat dari enam Safety Riding Lab Astra Honda, sembilan mahasiswa dari dua perguruan tinggi, serta delapan guru PAUD dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan Safety Riding Camp merupakan bentuk kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya keselamatan berkendara yang berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan media sosial membuat pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui konten yang dibuat oleh generasi muda.
"Kami melihat generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri pada gelaran SRC 2026, kami tidak hanya mencari duta keselamatan terbaik, tetapi juga memperkuat kompetensi mereka agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara kreatif, efektif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar Muhibbuddin.
Salah seorang peserta, Imam Utomo dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, mengaku bangga dapat terlibat dalam program tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama Safety Riding Camp dapat memperluas dampak edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekitarnya.
"Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengampanyekan budaya keselamatan berkendara. Saya sangat antusias mengikuti Final Safety Riding Camp 2026 karena akan mendapatkan banyak pengalaman dan kompetensi baru dengan harapan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lebih banyak masyarakat," katanya.