Bangun Kanal YouTube Profesional, Kemenkum Sulsel Ikuti Pembinaan Teknis Kehumasan
Tim SINDOmakassar
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:29 WIB
Bangun Kanal YouTube Profesional, Kemenkum Sulsel Ikuti Pembinaan Teknis Kehumasan
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti Pembinaan Teknis Kehumasan yang diselenggarakan secara virtual oleh Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Hukum, Selasa (7/7/2026).
Menghadirkan Tim YouTube Indonesia sebagai narasumber, kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelola media digital pemerintah dalam mengelola kanal YouTube secara profesional sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.
Dalam pemaparannya, Tim YouTube Indonesia menjelaskan bahwa YouTube tidak hanya menjadi platform berbagi video, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperoleh inspirasi, pengetahuan, hiburan, hingga informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Oleh karena itu, pengelolaan kanal pemerintah perlu dilakukan secara terencana dengan membangun identitas kanal (brand channel) yang kuat, mulai dari penggunaan foto profil, banner, hingga watermark yang konsisten agar mudah dikenali publik.
Selain identitas visual, narasumber juga menekankan pentingnya memahami perilaku audiens di YouTube. Penelusuran (search), beranda (homepage), fitur tonton berikutnya (next watch), dan tab langganan (subscription) menjadi jalur utama yang mendorong sebuah video ditemukan dan ditonton oleh masyarakat. Konten yang disusun secara berkelanjutan atau berformat serial dinilai mampu meningkatkan loyalitas penonton sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan (subscriber).
Tim YouTube Indonesia turut menguraikan bahwa masyarakat mengunjungi YouTube dengan berbagai tujuan, mulai dari mencari inspirasi, memperoleh informasi, belajar, hingga mendapatkan hiburan. Karena itu, kanal pemerintah didorong untuk menghadirkan konten yang relevan, mudah dipahami, informatif, dan memiliki nilai manfaat sehingga mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Sulsel, Meydi Zulqadri, menyampaikan bahwa pemahaman mendasar mengenai pengelolaan kanal komunikasi digital, khususnya YouTube, menjadi bekal penting bagi insan humas pemerintah dalam menghadapi perkembangan pola konsumsi informasi masyarakat.
Menghadirkan Tim YouTube Indonesia sebagai narasumber, kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelola media digital pemerintah dalam mengelola kanal YouTube secara profesional sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.
Dalam pemaparannya, Tim YouTube Indonesia menjelaskan bahwa YouTube tidak hanya menjadi platform berbagi video, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperoleh inspirasi, pengetahuan, hiburan, hingga informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Oleh karena itu, pengelolaan kanal pemerintah perlu dilakukan secara terencana dengan membangun identitas kanal (brand channel) yang kuat, mulai dari penggunaan foto profil, banner, hingga watermark yang konsisten agar mudah dikenali publik.
Selain identitas visual, narasumber juga menekankan pentingnya memahami perilaku audiens di YouTube. Penelusuran (search), beranda (homepage), fitur tonton berikutnya (next watch), dan tab langganan (subscription) menjadi jalur utama yang mendorong sebuah video ditemukan dan ditonton oleh masyarakat. Konten yang disusun secara berkelanjutan atau berformat serial dinilai mampu meningkatkan loyalitas penonton sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan (subscriber).
Tim YouTube Indonesia turut menguraikan bahwa masyarakat mengunjungi YouTube dengan berbagai tujuan, mulai dari mencari inspirasi, memperoleh informasi, belajar, hingga mendapatkan hiburan. Karena itu, kanal pemerintah didorong untuk menghadirkan konten yang relevan, mudah dipahami, informatif, dan memiliki nilai manfaat sehingga mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Sulsel, Meydi Zulqadri, menyampaikan bahwa pemahaman mendasar mengenai pengelolaan kanal komunikasi digital, khususnya YouTube, menjadi bekal penting bagi insan humas pemerintah dalam menghadapi perkembangan pola konsumsi informasi masyarakat.