HUT ke-56, Astra Motor Perkuat Komitmen Energi Bersih lewat Solar PV
Tri Yari Kurniawan
Jum'at, 17 Juli 2026 - 19:48 WIB
Memperingati HUT ke-56, Astra Motor memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meresmikan pemanfaatan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV). Foto/Istimewa
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56, Astra Motor memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meresmikan pemanfaatan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) berkapasitas 40 kilowatt peak (kWp) di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang, Kamis (16/7/2026).
Peresmian dilakukan oleh Chief Executive Astra Motor Robien Tony bersama Chief Operating Officer Astra Motor Budi Astono. Kehadiran pembangkit listrik tenaga surya tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penggunaan energi baru terbarukan sekaligus mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Chief Executive Astra Motor Robien Tony mengatakan, pemasangan Solar PV tidak hanya melengkapi pengembangan fasilitas Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
"Pemanfaatan solar panel berkapasitas 40 kWp di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah merupakan salah satu implementasi pilar AM Greeners. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Astra Motor untuk menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi dampak emisi dari kegiatan operasional perusahaan," ujar Robien.
Ia menjelaskan, sistem Solar PV tersebut akan menyuplai kebutuhan listrik di gedung Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan energi matahari, penggunaan listrik berbasis energi konvensional dapat ditekan sehingga efisiensi energi meningkat dan emisi gas rumah kaca dari aktivitas operasional turut berkurang.
Hingga saat ini, Astra Motor telah memasang Solar PV dengan total kapasitas 321,82 kWp di berbagai jaringan operasionalnya. Pemanfaatan energi surya tersebut mampu menghasilkan energi terbarukan sebesar 1.564 gigajoule (GJ) per tahun serta menekan emisi gas rumah kaca hingga 338,9 ton CO₂e setiap tahunnya.
Menurut Robien, capaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya tidak hanya mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap sumber energi konvensional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menekan emisi karbon dari kegiatan operasional.
Peresmian dilakukan oleh Chief Executive Astra Motor Robien Tony bersama Chief Operating Officer Astra Motor Budi Astono. Kehadiran pembangkit listrik tenaga surya tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penggunaan energi baru terbarukan sekaligus mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Chief Executive Astra Motor Robien Tony mengatakan, pemasangan Solar PV tidak hanya melengkapi pengembangan fasilitas Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
"Pemanfaatan solar panel berkapasitas 40 kWp di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah merupakan salah satu implementasi pilar AM Greeners. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Astra Motor untuk menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi dampak emisi dari kegiatan operasional perusahaan," ujar Robien.
Ia menjelaskan, sistem Solar PV tersebut akan menyuplai kebutuhan listrik di gedung Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan energi matahari, penggunaan listrik berbasis energi konvensional dapat ditekan sehingga efisiensi energi meningkat dan emisi gas rumah kaca dari aktivitas operasional turut berkurang.
Hingga saat ini, Astra Motor telah memasang Solar PV dengan total kapasitas 321,82 kWp di berbagai jaringan operasionalnya. Pemanfaatan energi surya tersebut mampu menghasilkan energi terbarukan sebesar 1.564 gigajoule (GJ) per tahun serta menekan emisi gas rumah kaca hingga 338,9 ton CO₂e setiap tahunnya.
Menurut Robien, capaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya tidak hanya mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap sumber energi konvensional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menekan emisi karbon dari kegiatan operasional.