DPP IMMIM dan Pemkot Makassar Perkuat Dakwah Ramah Anak
Tim SINDOmakassar
Kamis, 23 Juli 2026 - 10:24 WIB
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar menggelar Diskusi Bulanan bertema “Masjid sebagai Rumah Tumbuh Generasi Qur’an
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar menggelar Diskusi Bulanan bertema “Masjid sebagai Rumah Tumbuh Generasi Qur’ani: Strategi Dakwah Ramah Anak di Era Digital”, Kamis (23/7/2026), di Gedung Islamic Centre H. Fadeli Luran, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Ketua Umum DPP IMMIM Dr Muhammad Ishaq Samad dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan pegiat dakwah untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjadikan masjid sebagai ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan edukatif bagi anak-anak di tengah derasnya arus transformasi digital, jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarif, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam sangat penting dalam memperkuat ketahanan keluarga serta membangun karakter generasi muda melalui masjid.
Turut hadir Ketua YASDIC IMMIM, Nurfadjeri Fadeli Luran, beserta jajaran pengurus yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.
Diskusi menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar drg Ita Isdiana Anwar, Prof Fatmawati Hilal, serta Dr Muh Daming. Ketiganya mengupas berbagai tantangan dan peluang dalam membangun ekosistem dakwah yang ramah anak, mulai dari perlindungan anak di lingkungan masjid, penguatan peran keluarga, hingga strategi menghadapi pengaruh media digital terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Sebagai moderator, Dr Nurjannah Abna, MA memandu jalannya diskusi secara dinamis sehingga terjadi pertukaran gagasan yang konstruktif antara narasumber dan peserta.
Para narasumber menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan peradaban yang mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. Oleh karena itu, pendekatan dakwah yang ramah anak perlu terus diperkuat melalui program-program yang kreatif, edukatif, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana.
Ketua Umum DPP IMMIM Dr Muhammad Ishaq Samad dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan pegiat dakwah untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjadikan masjid sebagai ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan edukatif bagi anak-anak di tengah derasnya arus transformasi digital, jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarif, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam sangat penting dalam memperkuat ketahanan keluarga serta membangun karakter generasi muda melalui masjid.
Turut hadir Ketua YASDIC IMMIM, Nurfadjeri Fadeli Luran, beserta jajaran pengurus yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.
Diskusi menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar drg Ita Isdiana Anwar, Prof Fatmawati Hilal, serta Dr Muh Daming. Ketiganya mengupas berbagai tantangan dan peluang dalam membangun ekosistem dakwah yang ramah anak, mulai dari perlindungan anak di lingkungan masjid, penguatan peran keluarga, hingga strategi menghadapi pengaruh media digital terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Sebagai moderator, Dr Nurjannah Abna, MA memandu jalannya diskusi secara dinamis sehingga terjadi pertukaran gagasan yang konstruktif antara narasumber dan peserta.
Para narasumber menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan peradaban yang mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. Oleh karena itu, pendekatan dakwah yang ramah anak perlu terus diperkuat melalui program-program yang kreatif, edukatif, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana.