home news

Operasi SAR KM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Belum Ditemukan

Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:15 WIB
Tim SRU 1 menggunakan KN SAR Kamajaya bersama RIB melakukan penyisiran di wilayah barat Kepulauan Sabalana dan pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Foto: Basarnas
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap sekitar 14 korban kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di Perairan Selayar resmi ditutup pada Jumat (24/7/2026) setelah memasuki hari ke-10 pelaksanaan operasi.

Keputusan penutupan operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, serta perwakilan keluarga korban dalam pelaksanaan debriefing di Posko SAR Gabungan. Hingga hari terakhir pencarian, tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.

Selama operasi hari ke-10, Tim SAR Gabungan membagi pencarian ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan KN SAR Kamajaya bersama RIB melakukan penyisiran di wilayah barat Kepulauan Sabalana dan pulau-pulau yang tidak berpenghuni sesuai search map. Sementara SRU 2 yang terdiri dari kapal Badan Pemerintah Desa Sabalana dan kapal nelayan melakukan penyisiran di wilayah timur Kepulauan Sabalana.

Pada hari yang sama, KN SAR Pacitan milik Basarnas Kembali tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dengan membawa satu korban meninggal dunia yang selanjutnya diserahkan kepada Tim DVI Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi.

Berdasarkan hasil validasi bersama Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan KSOP, jumlah penumpang (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 58 orang berhasil ditemukan selamat, 4 orang ditemukan meninggal dunia, dan 14 orang masih dinyatakan dalam pencarian.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan secara maksimal sesuai prosedur dan hasil evaluasi bersama.

"Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10 karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana operasi dan tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban," ujar Sultan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya