home news

Pertamina Perkuat Penyaluran Biosolar B50 untuk Urai Antrean di SPBU Sulsel

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:34 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat distribusi BBM subsidi jenis Biosolar B50 di Sulsel untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Foto/IST
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat distribusi BBM subsidi jenis Biosolar B50 di Sulawesi Selatan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Di tengah meningkatnya konsumsi dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan juga melakukan penyesuaian layanan di SPBU guna memperlancar proses pengisian dan mengurangi antrean.

Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan ketersediaan stok Biosolar B50 di Fuel Terminal maupun SPBU di Sulawesi Selatan masih berada pada level aman. Penyaluran juga terus dilakukan sesuai alokasi yang telah ditetapkan oleh regulator.

"Biosolar B50 tersedia di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan dan distribusinya terus kami optimalkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan permintaan sehingga aktivitas pengisian di sejumlah SPBU, terutama pada jam-jam tertentu, ikut meningkat. Karena itu, kami terus memperkuat distribusi agar pasokan tetap terjaga," ujar Yoga.

Untuk menjaga kelancaran pasokan, Pertamina telah menerapkan sejumlah langkah percepatan distribusi. Upaya tersebut meliputi memulai penyaluran lebih awal dari Fuel Terminal, memprioritaskan pengiriman ke SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi, serta melakukan pemantauan stok secara intensif guna memastikan ketersediaan BBM di setiap SPBU tetap terjaga.

Selain memperkuat distribusi, Pertamina juga meningkatkan pelayanan di SPBU agar proses pengisian berjalan lebih tertib dan efisien.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya telah menempatkan marshall di sejumlah SPBU untuk membantu mengatur arus kendaraan selama pengisian BBM. Beberapa SPBU juga mulai beroperasi lebih awal sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan lebih cepat dan kepadatan antrean, terutama pada jam sibuk, dapat dikurangi.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, Hiswana Migas, serta pengelola SPBU untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU sekaligus memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan optimal," kata Lilik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya