home news

PLN UIP Sulawesi Perkuat Pembelajaran Digital di SMPN 2 Bungku Timur

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:18 WIB
PLN UIP Sulawesi melalui Program TJSL menyerahkan bantuan fasilitas TIK kepada SMP Negeri 2 Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Foto/Istimewa
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan bantuan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada SMP Negeri 2 Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses pembelajaran berbasis digital bagi para siswa.

Fasilitas yang disalurkan meliputi 25 unit komputer, dua unit laptop, dua printer multifungsi, satu proyektor beserta layar, peningkatan kapasitas daya listrik, jaringan internet, serta berbagai perangkat pendukung laboratorium TIK.

Seluruh sarana tersebut akan dimanfaatkan oleh 65 siswa bersama 14 guru dan tenaga kependidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan literasi digital, memperluas akses terhadap sumber belajar, hingga menunjang pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Penyerahan bantuan berlangsung pada Selasa (21/7) dan dihadiri Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara Ronny Aprisaputra yang mewakili General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha. Turut hadir Camat Bungku Timur Arsan, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Ilham Dahlan, serta Kepala SMP Negeri 2 Bungku Timur Hamsia.

General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan salah satu bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Transformasi digital di bidang pendidikan membutuhkan dukungan sarana yang memadai agar siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya. Melalui bantuan ini, kami berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan selaras dengan perkembangan teknologi,” ujar Aditya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut tidak hanya berupa perangkat TIK, tetapi juga dilengkapi peningkatan kapasitas listrik dan jaringan internet sehingga laboratorium dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya