home news

Pemprov Sulsel Siap Jadi Model Nasional Tata Kelola ASN Berbasis Merit

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:55 WIB
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat implementasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui inovasi FAST ASN. Foto: Ilustrasi
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat implementasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui inovasi FAST ASN (Future Acceleration System for Talent).

Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung percepatan penerapan sistem merit melalui pengelolaan talenta yang terintegrasi, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan organisasi secara cepat, objektif, dan transparan.

FAST ASN menghadirkan ekosistem digital yang tidak hanya memperkuat kualitas data ASN melalui Klinik Data Regional, tetapi juga dilengkapi fitur Bursa Talenta. Fitur ini memungkinkan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) melakukan mobilisasi dan akuisisi talenta unggul lintas instansi secara cepat, akurat, transparan, dan sesuai kebutuhan organisasi.

Dengan demikian, pengisian jabatan strategis dapat dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi ASN.

Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun manajemen talenta mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Wilayah Sulawesi Selatan, Prof Zudan menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan merupakan daerah pelopor di kawasan Indonesia Tengah dan Timur dalam penerapan manajemen talenta ASN serta menjadi contoh nasional bagi daerah lain. Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggerakkan 11 kabupaten/kota untuk mempercepat implementasi manajemen talenta di daerah.

"Ada dua apresiasi kami kepada Sulsel. Pertama, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan generasi pertama di Indonesia tengah dan timur yang menerapkan manajemen talenta. Tidak banyak provinsi yang mampu seperti Sulsel dalam memahami pentingnya manajemen talenta. Ke depan, ketika sistem ini semakin matang, proses menyiapkan kader pemimpin birokrasi akan menjadi jauh lebih mudah," ujar Prof Zudan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya