Bupati Bantaeng Dorong Kader GMNI Jadi Mitra Pembangunan Daerah
Bahar Karibo
Jum'at, 31 Juli 2026 - 21:49 WIB
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin bersama kader dan pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bantaeng. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, resmi membuka Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) III yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bantaeng di Baruga Latippa, Pantai Marina, Jumat (31/7/2026).
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Riset dan Teknologi Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI, Muhammad Fajar.
KTD III berlangsung hingga 3 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Re-aktualisasi Trisakti sebagai Jalan Revolusi Kita". Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kualitas kader melalui penguatan ideologi, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan kaderisasi yang dinilai menjadi wadah penting untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa merupakan elemen strategis yang tidak hanya berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.
Bupati juga menegaskan bahwa GMNI berlandaskan pada semangat perjuangan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak hanya ditujukan kepada kaum tani, tetapi juga mencakup nelayan, pelaku UMKM, serta seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan keberpihakan dalam pembangunan.
"Jadikan proses kaderisasi ini sebagai ruang untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan dan menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Daerah ini membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu menghadirkan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan Bantaeng," ujarnya.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Riset dan Teknologi Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI, Muhammad Fajar.
KTD III berlangsung hingga 3 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Re-aktualisasi Trisakti sebagai Jalan Revolusi Kita". Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kualitas kader melalui penguatan ideologi, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan kaderisasi yang dinilai menjadi wadah penting untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa merupakan elemen strategis yang tidak hanya berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.
Bupati juga menegaskan bahwa GMNI berlandaskan pada semangat perjuangan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak hanya ditujukan kepada kaum tani, tetapi juga mencakup nelayan, pelaku UMKM, serta seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan keberpihakan dalam pembangunan.
"Jadikan proses kaderisasi ini sebagai ruang untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan dan menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Daerah ini membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu menghadirkan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan Bantaeng," ujarnya.