home news

Tim Asesor UNESCO Tinjau Bulu Sipong, Semen Tonasa Tegaskan Komitmen Pelestarian

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 12:36 WIB
PT Semen Tonasa saat menerima kunjungan Tim Asesor UNESCO Global Geopark dalam rangka revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Foto/IST
PT Semen Tonasa menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya saat menerima kunjungan Tim Asesor UNESCO Global Geopark dalam rangka proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Kamis (30/7/2026).

Dalam agenda tersebut, Tim Asesor melakukan peninjauan terhadap Taman Kehati dan Geosite Bulu Sipong yang berada di kawasan operasional PT Semen Tonasa. Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi pengelolaan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, serta upaya pelindungan kawasan yang memiliki nilai budaya dan sejarah penting.

Tim Asesor UNESCO Global Geopark yang dipimpin Soojae Lee dari Korea Selatan bersama Xiaoping Qiu dari Tiongkok disambut langsung oleh Direktur Operasi PT Semen Tonasa Mochamad Alfin Zaini, jajaran manajemen perusahaan, unsur pemerintah, serta para pemerhati lingkungan.

Mochamad Alfin Zaini mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari capaian operasional dan bisnis, tetapi juga dari kontribusi dalam menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya bagi generasi mendatang.

"Kawasan Karst Bulu Sipong, termasuk Gua Bulu Sipong yang menyimpan salah satu temuan seni cadas figuratif tertua di dunia, merupakan aset budaya dengan nilai sejarah, ilmiah, dan peradaban yang telah mendapat pengakuan internasional. Karena itu, kawasan ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan dilestarikan," ujar Alfin.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di kawasan karst Maros-Pangkep, PT Semen Tonasa berkomitmen menjalankan aktivitas operasional secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan prinsip pelestarian lingkungan dan perlindungan warisan budaya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari penguatan kawasan konservasi, pengembangan Program Keanekaragaman Hayati melalui Taman Kehati, dukungan terhadap pelestarian Geosite Bulu Sipong, hingga peningkatan kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya