Mahasiswa Unhas Ciptakan RICEVA, Paper Strip Alami untuk Usir Kutu Beras
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 18:23 WIB
Tim PHARMACOUNT Unhas berhasil membuat inovasi pengusir kutu beras melalui RICEVA, Sabtu (1/8/2026). Foto: Istimewa
Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi pengusir kutu beras bernama RICEVA (Rice Protection with Natural Volatile Aroma). Inovasi ini berupa paper strip yang memanfaatkan minyak atsiri serai wangi dan ekstrak pandan wangi untuk membantu melindungi beras selama penyimpanan.
Ketua Tim PHARMACOUNT, Humairah Afifah, menjelaskan bahwa minyak atsiri serai wangi mengandung senyawa sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang telah banyak diteliti memiliki aktivitas sebagai penolak berbagai jenis serangga.
"Sementara itu, pandan wangi menghasilkan senyawa aromatik alami yang tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga berpotensi memperkuat efek pengusiran hama. Melalui formulasi dalam bentuk paper strip, kedua bahan tersebut dirancang melepaskan senyawa volatil secara bertahap sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan penyimpanan yang kurang disukai kutu beras tanpa harus bersentuhan langsung dengan bahan pangan," ujarnya.
Humairah mengatakan, keunggulan RICEVA terletak pada penggunaan bahan alami yang aman untuk penyimpanan pangan serta bentuknya yang sederhana dan praktis.
"Kami berharap RICEVA dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan," tambahnya.
Menurut Humairah, inovasi tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan pestisida nabati sebagai bagian dari sistem penyimpanan pangan yang lebih berkelanjutan.
"Pemanfaatan bahan-bahan hayati lokal tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, tetapi juga membuka peluang hilirisasi komoditas pertanian Indonesia menjadi produk bernilai tambah," tuturnya.
Ketua Tim PHARMACOUNT, Humairah Afifah, menjelaskan bahwa minyak atsiri serai wangi mengandung senyawa sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang telah banyak diteliti memiliki aktivitas sebagai penolak berbagai jenis serangga.
"Sementara itu, pandan wangi menghasilkan senyawa aromatik alami yang tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga berpotensi memperkuat efek pengusiran hama. Melalui formulasi dalam bentuk paper strip, kedua bahan tersebut dirancang melepaskan senyawa volatil secara bertahap sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan penyimpanan yang kurang disukai kutu beras tanpa harus bersentuhan langsung dengan bahan pangan," ujarnya.
Humairah mengatakan, keunggulan RICEVA terletak pada penggunaan bahan alami yang aman untuk penyimpanan pangan serta bentuknya yang sederhana dan praktis.
"Kami berharap RICEVA dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan," tambahnya.
Menurut Humairah, inovasi tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan pestisida nabati sebagai bagian dari sistem penyimpanan pangan yang lebih berkelanjutan.
"Pemanfaatan bahan-bahan hayati lokal tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, tetapi juga membuka peluang hilirisasi komoditas pertanian Indonesia menjadi produk bernilai tambah," tuturnya.