Sambut Perwali Baru, Hotel di Makassar Diajak Terapkan Sistem Pilah Sampah
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Minggu, 02 Agustus 2026 - 05:28 WIB
Pembukaan Seminar dan Exhibition bertema "Green Smart & Clean" yang diselenggarakan IHKA Sulawesi Selatan di Hotel Aston & Convention Center Makassar. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan mengajak pelaku usaha perhotelan menerapkan sistem pilah sampah seiring mulai diberlakukannya Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pengelolaan sampah pada 1 Agustus 2026.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Seminar dan Exhibition bertema "Green Smart & Clean" yang diselenggarakan Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Sulawesi Selatan di Hotel Aston & Convention Center Makassar, Sabtu (1/8/2026).
Seminar ini membahas tata kelola housekeeping yang berkelanjutan serta pengelolaan limbah organik melalui pemanfaatan eco-enzyme, maggot, dan kompos di industri perhotelan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin, mengatakan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus meningkatkan kualitas sektor pariwisata.
"Kita tahu bahwa limbah sampah yang dihasilkan oleh dunia usaha, apalagi hotel dan restoran, itu cukup signifikan. Hari ini adalah bentuk bukan saja kepedulian, tapi supporting (dukungan) asosiasi di bidang kepariwisataan terhadap program tersebut, bagaimana pilah-pilih sampah," ujarnya.
Menurut Hendra, pengelolaan sampah juga sejalan dengan arah Undang-Undang Kepariwisataan yang baru yang menitikberatkan pada kualitas destinasi.
"Tidak hanya selalu tentang berapa angka kunjungan tapi bagaimana keamanan, kenyamanan, ketertiban, termasuk kebersihan. Jadi, kalau wisatawan nanti datang ke Kota Makassar, tidak cium lagi bau-bau yang seperti (sampah) selama ini. Itu tentu saja salah satu yang menambah kualitas Kota Makassar untuk dikunjungi. Kami dapat tugas dari Pak Wali, bahwa kita dari sisi dunia kepariwisataan ikut memberikan sosialisasi, dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang mengarah terhadap pengelolaan sampah," sebutnya.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Seminar dan Exhibition bertema "Green Smart & Clean" yang diselenggarakan Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Sulawesi Selatan di Hotel Aston & Convention Center Makassar, Sabtu (1/8/2026).
Seminar ini membahas tata kelola housekeeping yang berkelanjutan serta pengelolaan limbah organik melalui pemanfaatan eco-enzyme, maggot, dan kompos di industri perhotelan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin, mengatakan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus meningkatkan kualitas sektor pariwisata.
"Kita tahu bahwa limbah sampah yang dihasilkan oleh dunia usaha, apalagi hotel dan restoran, itu cukup signifikan. Hari ini adalah bentuk bukan saja kepedulian, tapi supporting (dukungan) asosiasi di bidang kepariwisataan terhadap program tersebut, bagaimana pilah-pilih sampah," ujarnya.
Menurut Hendra, pengelolaan sampah juga sejalan dengan arah Undang-Undang Kepariwisataan yang baru yang menitikberatkan pada kualitas destinasi.
"Tidak hanya selalu tentang berapa angka kunjungan tapi bagaimana keamanan, kenyamanan, ketertiban, termasuk kebersihan. Jadi, kalau wisatawan nanti datang ke Kota Makassar, tidak cium lagi bau-bau yang seperti (sampah) selama ini. Itu tentu saja salah satu yang menambah kualitas Kota Makassar untuk dikunjungi. Kami dapat tugas dari Pak Wali, bahwa kita dari sisi dunia kepariwisataan ikut memberikan sosialisasi, dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang mengarah terhadap pengelolaan sampah," sebutnya.