Pertamina Tinjau SPBU di Makassar, Pastikan Distribusi Biosolar Tetap Lancar
Tim SINDOmakassar
Minggu, 02 Agustus 2026 - 19:43 WIB
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama DPD Hiswana Migas Wilayah VII Sulawesi meninjau langsung sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sabtu (1/8). Foto/Istimewa
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama DPD Hiswana Migas Wilayah VII Sulawesi meninjau langsung sejumlah SPBU di Kota Makassar, Minggu (2/8), untuk memastikan distribusi Biosolar tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap antrean pengisian di beberapa SPBU.
Peninjauan dipimpin Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, didampingi jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi serta Ketua DPD Hiswana Migas Wilayah VII Sulawesi, Ir. H. Muhammad Hasbidin HS beserta jajaran.
Adapun SPBU yang dikunjungi meliputi SPBU 74.902.31 Pettarani, SPBU 74.902.32 Racing, dan SPBU 74.902.88 Jalan Perintis Kemerdekaan. Selain memantau pelayanan kepada masyarakat, Pertamina juga mengevaluasi proses distribusi di lapangan guna memastikan pasokan Biosolar tetap tersedia dan penyaluran berlangsung sesuai rencana.
Sebagai langkah percepatan distribusi, Pertamina menambah armada perbantuan berupa mobil tangki industri untuk mempercepat pengiriman BBM dari Fuel Terminal ke SPBU dengan tingkat penyaluran tinggi. Di sisi pelayanan, Pertamina juga mengoptimalkan pengaturan antrean melalui pengaktifan marshal agar arus kendaraan lebih tertib dan proses pengisian berlangsung lebih lancar.
Koordinasi dengan Hiswana Migas, pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian turut diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi serta menciptakan kondisi yang kondusif di sekitar SPBU, khususnya pada titik-titik yang mengalami peningkatan aktivitas pengisian.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pemantauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh rantai distribusi berjalan optimal, mulai dari Fuel Terminal hingga pelayanan di SPBU.
"Kami ingin memastikan setiap tahapan distribusi berjalan sesuai rencana, mulai dari pasokan di Fuel Terminal hingga pelayanan di SPBU. Berbagai langkah operasional terus kami lakukan, termasuk penambahan armada perbantuan, percepatan distribusi, dan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujar Deny.
Peninjauan dipimpin Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, didampingi jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi serta Ketua DPD Hiswana Migas Wilayah VII Sulawesi, Ir. H. Muhammad Hasbidin HS beserta jajaran.
Adapun SPBU yang dikunjungi meliputi SPBU 74.902.31 Pettarani, SPBU 74.902.32 Racing, dan SPBU 74.902.88 Jalan Perintis Kemerdekaan. Selain memantau pelayanan kepada masyarakat, Pertamina juga mengevaluasi proses distribusi di lapangan guna memastikan pasokan Biosolar tetap tersedia dan penyaluran berlangsung sesuai rencana.
Sebagai langkah percepatan distribusi, Pertamina menambah armada perbantuan berupa mobil tangki industri untuk mempercepat pengiriman BBM dari Fuel Terminal ke SPBU dengan tingkat penyaluran tinggi. Di sisi pelayanan, Pertamina juga mengoptimalkan pengaturan antrean melalui pengaktifan marshal agar arus kendaraan lebih tertib dan proses pengisian berlangsung lebih lancar.
Koordinasi dengan Hiswana Migas, pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian turut diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi serta menciptakan kondisi yang kondusif di sekitar SPBU, khususnya pada titik-titik yang mengalami peningkatan aktivitas pengisian.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pemantauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh rantai distribusi berjalan optimal, mulai dari Fuel Terminal hingga pelayanan di SPBU.
"Kami ingin memastikan setiap tahapan distribusi berjalan sesuai rencana, mulai dari pasokan di Fuel Terminal hingga pelayanan di SPBU. Berbagai langkah operasional terus kami lakukan, termasuk penambahan armada perbantuan, percepatan distribusi, dan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujar Deny.