Pemkec Tamalate Tegaskan Tak Ada Pemotongan Kupon BBM Armada Kebersihan
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Senin, 03 Agustus 2026 - 16:38 WIB
Driver Satgas Kebersihan, Kecamatan Tamalate, Soeharsono (kiri) dan Burhan Daeng Sitaba, di halaman Kantor Kecataman Tamalate, Senin (3/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Pemerintah Kecamatan (Pemkec) Tamalate, Kota Makassar, membantah dugaan pemotongan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada pengangkut sampah. Pemerintah kecamatan menegaskan distribusi kupon BBM dilakukan sesuai ketentuan dan disertai bukti tanda terima dari setiap penerima.
Kepala Seksi Pengelolaan Kebersihan dan Pertamanan Kecamatan Tamalate, Samsuddin Tjalo, mengatakan isu tersebut muncul setelah seorang wartawan mengonfirmasi dugaan pemotongan kupon BBM di wilayahnya.
"Namun, beberapa data yang dimasukkan ke dalam berita (hoaks) tersebut merupakan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena jumlah kendaraan yang ada di Kecamatan Tamalate tidak sesuai dengan yang tertulis di berita," ungkapnya, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, pemberitaan yang beredar menyebut armada motor sampah atau Viar hanya menerima satu lembar kupon, sedangkan armada mobil menerima dua lembar kupon.
Menurut Samsuddin, data tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Di mana jumlah riil (data valid) kendaraan di Kecamatan Tamalate adalah, Mobil 39 unit dan Viar (motor sampah) 109 unit. Sementara di dalam berita (hoaks) yang beredar tertulis ada 50 unit mobil dan 130 unit Viar. Jadi, data tersebut sudah jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan," sambungnya.
Ia menegaskan tidak pernah ada praktik pemotongan kupon BBM. Menurutnya, yang dilakukan hanya pengalihan alokasi BBM apabila ada kendaraan yang tidak dapat beroperasi karena mengalami kerusakan.
Kepala Seksi Pengelolaan Kebersihan dan Pertamanan Kecamatan Tamalate, Samsuddin Tjalo, mengatakan isu tersebut muncul setelah seorang wartawan mengonfirmasi dugaan pemotongan kupon BBM di wilayahnya.
"Namun, beberapa data yang dimasukkan ke dalam berita (hoaks) tersebut merupakan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena jumlah kendaraan yang ada di Kecamatan Tamalate tidak sesuai dengan yang tertulis di berita," ungkapnya, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, pemberitaan yang beredar menyebut armada motor sampah atau Viar hanya menerima satu lembar kupon, sedangkan armada mobil menerima dua lembar kupon.
Menurut Samsuddin, data tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Di mana jumlah riil (data valid) kendaraan di Kecamatan Tamalate adalah, Mobil 39 unit dan Viar (motor sampah) 109 unit. Sementara di dalam berita (hoaks) yang beredar tertulis ada 50 unit mobil dan 130 unit Viar. Jadi, data tersebut sudah jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan," sambungnya.
Ia menegaskan tidak pernah ada praktik pemotongan kupon BBM. Menurutnya, yang dilakukan hanya pengalihan alokasi BBM apabila ada kendaraan yang tidak dapat beroperasi karena mengalami kerusakan.