Bangun Generasi Tangguh dari Sekolah Rakyat, BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi dengan Kemensos
Tim SINDOmakassar
Selasa, 04 Agustus 2026 - 20:27 WIB
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial melalui pengembangan Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial melalui pengembangan Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 24 Gowa. Kolaborasi ini bertujuan membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan siap merencanakan masa depan sejak usia sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, saat mengunjungi SRMP 24 Gowa di Jalan Poros Malino Km 29, Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama Kemendukbangga/BKKBN dengan Kementerian Sosial dalam memperkuat pendidikan karakter, kesehatan mental, kesehatan reproduksi remaja, serta pembangunan keluarga melalui implementasi PIK-R dan Sekolah Siaga Kependudukan di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia.
"Sekolah Rakyat merupakan mitra strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam merencanakan kehidupan. Melalui PIK-R dan Sekolah Siaga Kependudukan, peserta didik memperoleh bekal mengenai kesehatan mental, kesehatan reproduksi, pembangunan karakter, hingga keterampilan hidup sebagai fondasi meraih masa depan yang lebih baik," ujar Dr Fatmawati.
Melalui PIK-R, siswa akan mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan perilaku berisiko, pembentukan karakter, serta pengembangan life skills. Sementara itu, Sekolah Siaga Kependudukan mengintegrasikan materi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) ke dalam mata pelajaran yang sudah ada tanpa menambah beban kurikulum.
Kepala SRMP 24 Gowa, Anwar menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program SSK sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik karena memperkaya wawasan mereka tentang kehidupan, keluarga, dan perencanaan masa depan tanpa menambah mata pelajaran baru.
"Kami berharap BKKBN dapat memperkuat implementasi program melalui pelatihan bagi guru serta peningkatan kapasitas konselor sebaya di PIK Gau Mabaji agar pendampingan kepada siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan," katanya.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, saat mengunjungi SRMP 24 Gowa di Jalan Poros Malino Km 29, Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama Kemendukbangga/BKKBN dengan Kementerian Sosial dalam memperkuat pendidikan karakter, kesehatan mental, kesehatan reproduksi remaja, serta pembangunan keluarga melalui implementasi PIK-R dan Sekolah Siaga Kependudukan di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia.
"Sekolah Rakyat merupakan mitra strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam merencanakan kehidupan. Melalui PIK-R dan Sekolah Siaga Kependudukan, peserta didik memperoleh bekal mengenai kesehatan mental, kesehatan reproduksi, pembangunan karakter, hingga keterampilan hidup sebagai fondasi meraih masa depan yang lebih baik," ujar Dr Fatmawati.
Melalui PIK-R, siswa akan mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan perilaku berisiko, pembentukan karakter, serta pengembangan life skills. Sementara itu, Sekolah Siaga Kependudukan mengintegrasikan materi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) ke dalam mata pelajaran yang sudah ada tanpa menambah beban kurikulum.
Kepala SRMP 24 Gowa, Anwar menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program SSK sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik karena memperkaya wawasan mereka tentang kehidupan, keluarga, dan perencanaan masa depan tanpa menambah mata pelajaran baru.
"Kami berharap BKKBN dapat memperkuat implementasi program melalui pelatihan bagi guru serta peningkatan kapasitas konselor sebaya di PIK Gau Mabaji agar pendampingan kepada siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan," katanya.