Program MYP Pemprov Sulsel Bikin Pembangunan Infrastruktur Kian Terarah
Tim SINDOmakassar
Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:36 WIB
Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur.
Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Penilaian itu disampaikan Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, di Makassar, Senin (10/8/2026). Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis membutuhkan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan dalam satu tahun anggaran, tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan program hingga pekerjaan benar-benar tuntas dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Banggar tentu melihat dari sisi kemampuan fiskal dan kesinambungan anggaran. Tetapi fungsi DPRD bukan berhenti pada saat anggaran disepakati, pelaksanaan MYP terus kita kawal,” papar Mizar, Senin (10/8/2026).
Legislator dari Partai Nasdem ini menjelaskan, pola pembangunan secara parsial setiap tahun memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan cukup panjang harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pada masing-masing tahun.
Dengan MYP, kata Mizar, pemerintah memiliki kerangka pembiayaan yang lebih jelas sehingga pekerjaan strategis dapat direncanakan sejak awal, baik dari sisi target, tahapan pekerjaan maupun kebutuhan anggarannya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini menambahkan, tidak semua proyek harus menggunakan skema multiyears. MYP idealnya diterapkan pada proyek yang memiliki nilai strategis, membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun, serta memberikan dampak besar terhadap konektivitas dan pelayanan publik.
“Ke depan bisa menjadi model, tetapi tentu harus selektif. Proyek yang memang strategis dan membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang bisa dirancang dengan skema multiyears. Yang paling penting adalah perencanaannya matang, pengawasannya berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Penilaian itu disampaikan Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, di Makassar, Senin (10/8/2026). Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis membutuhkan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan dalam satu tahun anggaran, tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan program hingga pekerjaan benar-benar tuntas dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Banggar tentu melihat dari sisi kemampuan fiskal dan kesinambungan anggaran. Tetapi fungsi DPRD bukan berhenti pada saat anggaran disepakati, pelaksanaan MYP terus kita kawal,” papar Mizar, Senin (10/8/2026).
Legislator dari Partai Nasdem ini menjelaskan, pola pembangunan secara parsial setiap tahun memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan cukup panjang harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pada masing-masing tahun.
Dengan MYP, kata Mizar, pemerintah memiliki kerangka pembiayaan yang lebih jelas sehingga pekerjaan strategis dapat direncanakan sejak awal, baik dari sisi target, tahapan pekerjaan maupun kebutuhan anggarannya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini menambahkan, tidak semua proyek harus menggunakan skema multiyears. MYP idealnya diterapkan pada proyek yang memiliki nilai strategis, membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun, serta memberikan dampak besar terhadap konektivitas dan pelayanan publik.
“Ke depan bisa menjadi model, tetapi tentu harus selektif. Proyek yang memang strategis dan membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang bisa dirancang dengan skema multiyears. Yang paling penting adalah perencanaannya matang, pengawasannya berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.