Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
Tim SINDOmakassar
Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meluncurkan program Bright Gas untuk Petani, yang menyediakan LPG Non-Subsidi dengan harga khusus bagi petani. Foto/Istimewa
Menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau, petani di Kabupaten Gowa kini memiliki alternatif energi untuk mengoperasikan mesin pompa irigasi. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meluncurkan program Bright Gas untuk Petani, yang menyediakan LPG Non-Subsidi dengan harga khusus bagi petani untuk mendukung kebutuhan pengairan persawahan.
Program tersebut diluncurkan di Kabupaten Gowa, Rabu (12/8), dan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman, Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Wahyu Purwatmo, Sekretaris DPD Hiswana Migas Sulawesi Rudi Sampara, serta kelompok tani dari Dusun Bilonga, Bontonompo.
Melalui program ini, petani dapat menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram sebagai sumber energi untuk mesin pompa air. Pertamina juga memberikan skema harga khusus untuk tahap awal guna memudahkan petani mengakses LPG Non-Subsidi.
Sebanyak 100 refill pertama ditawarkan dengan harga Rp60.000 per tabung, 100 refill berikutnya Rp80.000 per tabung, dan 100 refill selanjutnya Rp90.000 per tabung. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal sebesar Rp110.000 per refill.
Selain harga khusus, Pertamina menyediakan program Trade In Gratis, yakni penukaran dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg. Dalam skema tersebut, petani hanya membayar biaya isi ulang Bright Gas.
Program Bright Gas untuk Petani juga menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Berdasarkan ketentuan pemerintah, terdapat kelompok petani yang tidak termasuk dalam kategori penerima LPG 3 kg sehingga membutuhkan alternatif LPG Non-Subsidi untuk mendukung kegiatan usaha pertanian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman menyambut baik program tersebut. Ia menilai dukungan energi menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian, terutama ketika petani menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.
Program tersebut diluncurkan di Kabupaten Gowa, Rabu (12/8), dan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman, Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Wahyu Purwatmo, Sekretaris DPD Hiswana Migas Sulawesi Rudi Sampara, serta kelompok tani dari Dusun Bilonga, Bontonompo.
Melalui program ini, petani dapat menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram sebagai sumber energi untuk mesin pompa air. Pertamina juga memberikan skema harga khusus untuk tahap awal guna memudahkan petani mengakses LPG Non-Subsidi.
Sebanyak 100 refill pertama ditawarkan dengan harga Rp60.000 per tabung, 100 refill berikutnya Rp80.000 per tabung, dan 100 refill selanjutnya Rp90.000 per tabung. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal sebesar Rp110.000 per refill.
Selain harga khusus, Pertamina menyediakan program Trade In Gratis, yakni penukaran dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg. Dalam skema tersebut, petani hanya membayar biaya isi ulang Bright Gas.
Program Bright Gas untuk Petani juga menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Berdasarkan ketentuan pemerintah, terdapat kelompok petani yang tidak termasuk dalam kategori penerima LPG 3 kg sehingga membutuhkan alternatif LPG Non-Subsidi untuk mendukung kegiatan usaha pertanian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman menyambut baik program tersebut. Ia menilai dukungan energi menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian, terutama ketika petani menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.