Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Sulaiman Nai
Jum'at, 14 Agustus 2026 - 07:06 WIB
Orang tua siswa memperlihatkan bukti laporan polisi. Foto: Istimewa
Kasus dugaan kekerasan di UPT SDN 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berbuntut panjang. Setelah guru Hj Nursiah melaporkan orang tua siswa terkait dugaan penganiayaan, kini orang tua siswa tersebut melaporkan balik sang guru atas dugaan kekerasan terhadap anak.
Orang tua siswa, Hj Rahmawati, membuat laporan di SPKT Polres Jeneponto pada Rabu (12/8/2026). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/552/VIII/2026/SPKT/POLRES JENEPONTO/POLDA SULAWESI SELATAN.
Rahmawati mengatakan laporan itu dibuat setelah dirinya mengetahui anaknya, Arfan, diduga mengalami kekerasan saat berada di sekolah pada Senin (10/8/2026).
Dia mengaku awalnya mengetahui informasi tersebut dari sesama wali murid ketika sedang berjualan di pasar.
"Awalnya saya di pasar menjual, dan saya dipanggil oleh salah satu orang tua murid. Katanya anaknya juga ditekan dan diancam oleh guru ini. Dari kemarin kasus yang menimpa anak saya sebenarnya sudah diketahui," kata Rahmawati saat dikonfirmasi, Rabu malam (12/8).
Rahmawati mengaku sempat tidak mempercayai informasi tersebut. Namun, setelah mendapat penjelasan dari wali murid lainnya, dia kemudian menanyakan langsung kepada anaknya.
Menurut pengakuan Rahmawati, Arfan kemudian menceritakan dirinya diduga mengalami kekerasan fisik di sekolah.
Orang tua siswa, Hj Rahmawati, membuat laporan di SPKT Polres Jeneponto pada Rabu (12/8/2026). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/552/VIII/2026/SPKT/POLRES JENEPONTO/POLDA SULAWESI SELATAN.
Rahmawati mengatakan laporan itu dibuat setelah dirinya mengetahui anaknya, Arfan, diduga mengalami kekerasan saat berada di sekolah pada Senin (10/8/2026).
Dia mengaku awalnya mengetahui informasi tersebut dari sesama wali murid ketika sedang berjualan di pasar.
"Awalnya saya di pasar menjual, dan saya dipanggil oleh salah satu orang tua murid. Katanya anaknya juga ditekan dan diancam oleh guru ini. Dari kemarin kasus yang menimpa anak saya sebenarnya sudah diketahui," kata Rahmawati saat dikonfirmasi, Rabu malam (12/8).
Rahmawati mengaku sempat tidak mempercayai informasi tersebut. Namun, setelah mendapat penjelasan dari wali murid lainnya, dia kemudian menanyakan langsung kepada anaknya.
Menurut pengakuan Rahmawati, Arfan kemudian menceritakan dirinya diduga mengalami kekerasan fisik di sekolah.