Idrus Marham Nilai Pidato Presiden Prabowo di Hadapan MPR Realistik dan Berbasis Kinerja
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 14 Agustus 2026 - 20:04 WIB
Tangkapan layar youtube Setpres RI
Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham menilai pidato Presiden di depan MPR, hari ini 14 Agustus 2026, sangat mengesankan. Pidato Presiden Prabowo realistik, karena berbasis data dan proyektif berbasis kinerja.
Presiden Prabowo tak semata-mata menyampaikan laporan capaian pemerintah saja di depan majelis, tetapi juga pidato yang kuat muatan motivatifnya.
“Pidato beliau kuat membangun kepercayaan diri nasional bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk bertransformasi, bergerak maju, menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang selama ini belum terselesaikan,” jelas Idrus Marham.
Di hadapan Sidang Tahunan MPR 2026, Presiden Prabowo dengan meyakinkan menegaskan bahwa Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk melakukan transformasi di berbagai bidang.
Pertumbuhan ekonomi, investasi, reformasi kelembagaan, penataan BUMN, swasembada, hilirisasi, efisiensi pemerintahan, dan penguatan pengawasan sudah berada dalam satu garis kebijakan strategis.
Presiden Prabowo, dalam pandangan Idrus, telah menegaskan bahwa episentrum dari seluruh transformasi yang dilakukannya bermuara pada satu tujuan utama: kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Pemerintah secara optimal mengarahkan geliat ekonomi produktif, kemandirian, dan daya saing bangsa demi mencapai target tersebut.
Salah satu contoh yang dikedepankan Presiden misalnya, Swasembada solar. Pemerintah secara resmi meluncurkan mandatori B50, yaitu bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit.
Presiden Prabowo tak semata-mata menyampaikan laporan capaian pemerintah saja di depan majelis, tetapi juga pidato yang kuat muatan motivatifnya.
“Pidato beliau kuat membangun kepercayaan diri nasional bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk bertransformasi, bergerak maju, menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang selama ini belum terselesaikan,” jelas Idrus Marham.
Di hadapan Sidang Tahunan MPR 2026, Presiden Prabowo dengan meyakinkan menegaskan bahwa Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk melakukan transformasi di berbagai bidang.
Pertumbuhan ekonomi, investasi, reformasi kelembagaan, penataan BUMN, swasembada, hilirisasi, efisiensi pemerintahan, dan penguatan pengawasan sudah berada dalam satu garis kebijakan strategis.
Presiden Prabowo, dalam pandangan Idrus, telah menegaskan bahwa episentrum dari seluruh transformasi yang dilakukannya bermuara pada satu tujuan utama: kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Pemerintah secara optimal mengarahkan geliat ekonomi produktif, kemandirian, dan daya saing bangsa demi mencapai target tersebut.
Salah satu contoh yang dikedepankan Presiden misalnya, Swasembada solar. Pemerintah secara resmi meluncurkan mandatori B50, yaitu bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit.