home news

Perkuat Peran Strategis dalam Pengelolaan SDA, PJT I Hadir di WS Pompengan Larona dan Saddang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:55 WIB
Perum Jasa Tirta I (PJT I) memperkuat perannya dalam pengelolaan sumber daya air melalui penugasan di Wilayah Sungai (WS) Pompengan Larona dan WS Saddang, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
Perum Jasa Tirta I (PJT I) memperkuat perannya dalam pengelolaan sumber daya air melalui penugasan di Wilayah Sungai (WS) Pompengan Larona dan WS Saddang, Sulawesi Selatan. Penugasan tersebut merupakan bagian dari penambahan wilayah kerja PJT I berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026.

Sebagai bagian dari tahapan awal pelaksanaan penugasan, PJT I bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah menyelenggarakan Sosialisasi Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026 untuk Wilayah Sungai Pompengan Larona dan Saddang pada 23 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan tugas dan peran PJT I sekaligus membangun koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, pemerintah daerah, pengguna SDA, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Divisi Jasa ASA WS Pompengan Larona dan Saddang Perum Jasa Tirta I, mengatakan bahwa kedua wilayah sungai memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Dua wilayah sungai di Sulawesi Selatan ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Pola hujannya juga berbeda, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah. Karena itu, kami akan memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Indra.

Salah satu perhatian penting dalam pengelolaan sumber daya air di Sulawesi Selatan adalah ketersediaan dan pengaturan alokasi air, terutama di tengah kondisi El Niño. Kondisi tersebut menjadi semakin strategis mengingat Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang berperan sebagai lumbung beras untuk ketahanan pangan nasional.

Selain ketersediaan air, terdapat sejumlah isu lain yang menjadi perhatian dalam pengelolaan kedua wilayah sungai, antara lain sedimentasi serta upaya menjaga ekosistem sungai dan kawasan tangkapan air di bagian hulu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya