home news

Dari Sawah ke Meja Makan, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal Untuk Cegah Stunting

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:21 WIB
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan. Foto: Istimew
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026, UMI melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Desa Binaan Sentra Edukasi Gizi Digital dan Diversifikasi Produk Olahan Beras untuk Penanggulangan Stunting di Desa A’bulosibatang Kabupaten Maros.”

Kegiatan ini mengintegrasikan tiga pendekatan utama, yakni penguatan produktivitas pertanian, edukasi gizi berbasis digital, dan diversifikasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, kader kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat Desa A’bulosibatang.

Program tersebut diketuai Prof Dr Yusriani, SKM M Kes, dengan anggota tim Prof Dr Ir Hj Aminah, MP, Andi Widya Mufilah Gaffar, ST, M Kom, MTA, dan Asriany Tunru, SKM M Kes.

Rangkaian kegiatan diawali dengan materi “Peningkatan Produksi Padi melalui Mekanisasi Pertanian dan Pengendalian Hama Terpadu” yang disampaikan Prof Dr Ir Hj Aminah, MP. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas padi, sekaligus pengendalian hama terpadu untuk mengurangi risiko kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman.

Penguatan dari aspek kesehatan dilakukan melalui materi “Edukasi Gizi Digital dan Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting” yang disampaikan Andi Widya Mufilah Gaffar, ST M Kom MTA.

Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai media penyebaran informasi kesehatan dan gizi serta pentingnya komunikasi perubahan perilaku dalam membangun kebiasaan hidup sehat.

Selanjutnya, Asriany Tunru, SKM, M Kes memberikan materi “Diversifikasi Produk Olahan Beras dan Gizi Keluarga dalam Pencegahan Stunting.” Peserta mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar beras, antara lain bubur beras ayam lokal, bubur teri nasi, dan bebatel.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya