LAZ Hadji Kalla Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Ummul Qurra
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:06 WIB
Aktivitas para santri yang berbelanja di minimarket Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
Berawal dari kios kecil dengan omzet sekitar Rp7 juta per bulan, unit usaha Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari kini berkembang menjadi minimarket dan sejumlah usaha produktif lainnya dengan omzet mencapai sekitar Rp24 juta per bulan. Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong dukungan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla pada 2024.
Dukungan tersebut menjadi titik awal penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Dengan tambahan modal dari pesantren, usaha minimarket yang sebelumnya masih berjalan secara sederhana terus dikembangkan hingga mampu menopang kebutuhan operasional sekaligus membuka peluang lahirnya unit-unit usaha baru.
Program Spesialis Ekonomi LAZ Hadji Kalla, Andi Rifki, mengatakan pengembangan usaha pesantren merupakan bagian dari komitmen LAZ Hadji Kalla dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelembagaan.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Pengelolaan potensi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan penghuni pesantren sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Melalui dukungan tersebut, diharapkan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan dampak sosial serta ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar dia.
Dampak pengembangan usaha itu terlihat dari peningkatan omzet. Sebelum menerima bantuan pada 2024, omzet usaha pesantren berada di kisaran Rp7 juta per bulan. Kini, omzet minimarket dan sejumlah usaha lainnya telah mencapai sekitar Rp24 juta per bulan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa dukungan modal telah membantu pesantren mengembangkan usaha secara lebih optimal. Minimarket yang awalnya berskala kecil kini menjadi salah satu penopang kebutuhan operasional pesantren sekaligus menjadi embrio pengembangan unit usaha lainnya.
Dukungan tersebut menjadi titik awal penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Dengan tambahan modal dari pesantren, usaha minimarket yang sebelumnya masih berjalan secara sederhana terus dikembangkan hingga mampu menopang kebutuhan operasional sekaligus membuka peluang lahirnya unit-unit usaha baru.
Program Spesialis Ekonomi LAZ Hadji Kalla, Andi Rifki, mengatakan pengembangan usaha pesantren merupakan bagian dari komitmen LAZ Hadji Kalla dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelembagaan.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Pengelolaan potensi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan penghuni pesantren sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Melalui dukungan tersebut, diharapkan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan dampak sosial serta ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar dia.
Dampak pengembangan usaha itu terlihat dari peningkatan omzet. Sebelum menerima bantuan pada 2024, omzet usaha pesantren berada di kisaran Rp7 juta per bulan. Kini, omzet minimarket dan sejumlah usaha lainnya telah mencapai sekitar Rp24 juta per bulan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa dukungan modal telah membantu pesantren mengembangkan usaha secara lebih optimal. Minimarket yang awalnya berskala kecil kini menjadi salah satu penopang kebutuhan operasional pesantren sekaligus menjadi embrio pengembangan unit usaha lainnya.