Tiga Dekade Mengabdi, Prof Eko Hadi Sujiono Nyatakan Siap Pimpin UNM
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:03 WIB
Guru Besar dan salah satu bacalon Rektoe UNM, Prof Eko Hadi Sujiono. Foto: Dok. Pribadi
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Negeri Makassar (UNM), 17 Agustus 2026, menjadi hari yang memiliki makna khusus bagi Prof Eko Hadi Sujiono.
Dalam upacara kemerdekaan tersebut, Eko menerima penghargaan Guru Besar Berdampak Terbaik I UNM 2026. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang seorang akademisi yang selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri melalui pendidikan, penelitian, pengembangan institusi, dan kontribusi dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Bagi Eko, penghargaan tersebut menjadi refleksi perjalanan pengabdian bersama UNM. Kampus yang telah menjadi ruang tumbuhnya sejak awal karier akademik hingga saat ini.
"UNM bukan sekadar tempat bekerja, tetapi rumah akademik yang membentuk perjalanan hidup dan pengabdian saya," ujar Prof Eko.
Setelah melewati berbagai fase perkembangan universitas, Eko kini menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pengabdian melalui proses Pemilihan Rektor UNM periode 2026–2030. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari kecintaan dan tanggung jawabnya terhadap institusi yang telah membesarkan dirinya.
Tumbuh Bersama Perjalanan UNM
Sejak bergabung sebagai dosen UNM pada 1993, perjalanan Eko berkembang dari ruang kelas dan laboratorium menuju ruang pengembangan kelembagaan.
Dalam upacara kemerdekaan tersebut, Eko menerima penghargaan Guru Besar Berdampak Terbaik I UNM 2026. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang seorang akademisi yang selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri melalui pendidikan, penelitian, pengembangan institusi, dan kontribusi dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Bagi Eko, penghargaan tersebut menjadi refleksi perjalanan pengabdian bersama UNM. Kampus yang telah menjadi ruang tumbuhnya sejak awal karier akademik hingga saat ini.
"UNM bukan sekadar tempat bekerja, tetapi rumah akademik yang membentuk perjalanan hidup dan pengabdian saya," ujar Prof Eko.
Setelah melewati berbagai fase perkembangan universitas, Eko kini menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pengabdian melalui proses Pemilihan Rektor UNM periode 2026–2030. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari kecintaan dan tanggung jawabnya terhadap institusi yang telah membesarkan dirinya.
Tumbuh Bersama Perjalanan UNM
Sejak bergabung sebagai dosen UNM pada 1993, perjalanan Eko berkembang dari ruang kelas dan laboratorium menuju ruang pengembangan kelembagaan.