Output Riset Tumbuh 12 Persen, UNM Pimpin Akselerasi PTN Kawasan Timur
Tim SINDOmakassar
Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:25 WIB
Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Farida Patittingi bersama Ketua Pembina Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (KPTN) Kawasan Timur Indonesia, Prof Jamaluddin Jompa. Foto: Istimewa
Universitas Negeri Makassar (UNM) mencatat pertumbuhan output riset sebesar 12 persen pada periode Januari–Juni 2026. Capaian itu menjadi yang tertinggi dalam pemetaan 11 perguruan tinggi negeri kawasan Timur Indonesia yang ditampilkan berdasarkan data Elsevier.
Pemetaan tersebut dipaparkan oleh Rektor Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Pembina Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (KPTN) Kawasan Timur Indonesia, Prof Jamaluddin Jompa, dalam Rapat Kerja KPTN Kawasan Timur Indonesia.
Dalam paparan bertajuk “The Impact 4: Eastern Indonesia is Now Growing Faster than the West,” disebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan output riset PTN kawasan Timur mencapai 9,2 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan PTN kawasan Barat yang tercatat sebesar 8,9 persen pada periode yang sama.
UNM memimpin dengan pertumbuhan 12 persen, disusul Universitas Mulawarman sebesar 11,6 persen dan Universitas Tanjungpura sebesar 10,7 persen. Secara keseluruhan, enam dari 11 PTN kawasan Timur dalam pemetaan tersebut tumbuh lebih cepat daripada rata-rata PTN kawasan Barat.
Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, menilai capaian tersebut sebagai hasil dari penguatan ekosistem penelitian yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
“Capaian ini lahir dari kerja kolektif sivitas akademika dan konsistensi kebijakan universitas dalam memperkuat penelitian, meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti, serta mendorong produktivitas publikasi ilmiah,” kata Prof Farida.
Menurutnya, pertumbuhan output riset tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah publikasi. Produktivitas tersebut harus diikuti oleh peningkatan kualitas, integritas akademik, kolaborasi, serta kebermanfaatan hasil penelitian.
Pemetaan tersebut dipaparkan oleh Rektor Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Pembina Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (KPTN) Kawasan Timur Indonesia, Prof Jamaluddin Jompa, dalam Rapat Kerja KPTN Kawasan Timur Indonesia.
Dalam paparan bertajuk “The Impact 4: Eastern Indonesia is Now Growing Faster than the West,” disebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan output riset PTN kawasan Timur mencapai 9,2 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan PTN kawasan Barat yang tercatat sebesar 8,9 persen pada periode yang sama.
UNM memimpin dengan pertumbuhan 12 persen, disusul Universitas Mulawarman sebesar 11,6 persen dan Universitas Tanjungpura sebesar 10,7 persen. Secara keseluruhan, enam dari 11 PTN kawasan Timur dalam pemetaan tersebut tumbuh lebih cepat daripada rata-rata PTN kawasan Barat.
Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, menilai capaian tersebut sebagai hasil dari penguatan ekosistem penelitian yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
“Capaian ini lahir dari kerja kolektif sivitas akademika dan konsistensi kebijakan universitas dalam memperkuat penelitian, meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti, serta mendorong produktivitas publikasi ilmiah,” kata Prof Farida.
Menurutnya, pertumbuhan output riset tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah publikasi. Produktivitas tersebut harus diikuti oleh peningkatan kualitas, integritas akademik, kolaborasi, serta kebermanfaatan hasil penelitian.