Digitalisasi Tari Kontemporer Tema Bencana Alam Mitigasi Banjir dengan Teknologi Virtual Reality
Tim SINDOmakassar
Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:55 WIB
Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) kembali menunjukkan kontribusinya dalam memadukan seni pertunjukan dan teknologi untuk edukasi mitigasi bencana di Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) kembali menunjukkan kontribusinya dalam memadukan seni pertunjukan dan teknologi untuk edukasi mitigasi bencana di Sulawesi Selatan.
Sepanjang tahun 2026, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program "Digitalisasi Tari Kontemporer Bertema Bencana Alam untuk Mitigasi Banjir di Sulawesi Selatan Dengan Teknologi Virtual Reality" yang berlokasi di Barombong, Makassar.
Program yang masuk dalam skema Program Inovasi Seni Nusantara dengan fokus bidang Sosial Humaniora dan rumpun Ilmu Seni Pertunjukan ini digelar bekerja sama dengan Sanggar Seni Patonro, mitra pelaksana yang mendampingi proses produksi karya tari sekaligus proses pendokumentasian di lapangan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Jamilah sebagai ketua program, bersama anggota tim Atikah Nurul Asdah (Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNM) dan Nurachmy Sahnir (Dosen Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik UNM).
Atikah Nurul Asdah berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan pendamping peningkatan pengetahuan mitra, khususnya dalam mengintegrasikan seni tari dengan edukasi mitigasi bencana serta mengevaluasi capaian pembelajaran.
Sementara itu, Nurachmy Sahnir bertugas sebagai fasilitator produksi dan digitalisasi karya tari, mengintegrasikan seni pertunjukan dengan media digital dan teknologi Virtual Reality, serta mendampingi proses teknis perekaman.
Kehadiran PISN UNM di Sanggar Seni Patonro menjadi upaya menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi kebencanaan, khususnya mitigasi banjir yang menjadi salah satu ancaman berulang di wilayah Sulawesi Selatan. Melalui karya tari kontemporer bertema bencana alam, program ini mengangkat isu mitigasi banjir ke dalam bentuk seni pertunjukan yang kemudian didigitalisasi menggunakan teknologi Virtual Reality agar dapat dinikmati dan dipelajari secara lebih imersif oleh masyarakat luas.
Sepanjang tahun 2026, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program "Digitalisasi Tari Kontemporer Bertema Bencana Alam untuk Mitigasi Banjir di Sulawesi Selatan Dengan Teknologi Virtual Reality" yang berlokasi di Barombong, Makassar.
Program yang masuk dalam skema Program Inovasi Seni Nusantara dengan fokus bidang Sosial Humaniora dan rumpun Ilmu Seni Pertunjukan ini digelar bekerja sama dengan Sanggar Seni Patonro, mitra pelaksana yang mendampingi proses produksi karya tari sekaligus proses pendokumentasian di lapangan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Jamilah sebagai ketua program, bersama anggota tim Atikah Nurul Asdah (Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNM) dan Nurachmy Sahnir (Dosen Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik UNM).
Atikah Nurul Asdah berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan pendamping peningkatan pengetahuan mitra, khususnya dalam mengintegrasikan seni tari dengan edukasi mitigasi bencana serta mengevaluasi capaian pembelajaran.
Sementara itu, Nurachmy Sahnir bertugas sebagai fasilitator produksi dan digitalisasi karya tari, mengintegrasikan seni pertunjukan dengan media digital dan teknologi Virtual Reality, serta mendampingi proses teknis perekaman.
Kehadiran PISN UNM di Sanggar Seni Patonro menjadi upaya menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi kebencanaan, khususnya mitigasi banjir yang menjadi salah satu ancaman berulang di wilayah Sulawesi Selatan. Melalui karya tari kontemporer bertema bencana alam, program ini mengangkat isu mitigasi banjir ke dalam bentuk seni pertunjukan yang kemudian didigitalisasi menggunakan teknologi Virtual Reality agar dapat dinikmati dan dipelajari secara lebih imersif oleh masyarakat luas.