home news

Kampus Berdampak Bukan Sekadar Slogan, UMI Buktikan dengan Aksi Kemanusiaan di NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:53 WIB
UMI memberangkatkan tim medis yang diperkuat dokter spesialis ke wilayah terdampak gempa NTT, sekaligus membawa obat-obatan, peralatan medis, dan bantuan logistik. Foto: Istimewa
Apa arti Kampus Berdampak ketika masyarakat sedang menghadapi bencana? Bagi Universitas Muslim Indonesia (UMI), jawabannya bukan pada slogan, melainkan pada apa yang bisa dilakukan ketika masyarakat membutuhkan.

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi momentum bagi UMI untuk menerjemahkan gagasan tersebut melalui aksi konkret. Kamis (20/8/2026), UMI memberangkatkan tim medis yang diperkuat dokter spesialis ke wilayah terdampak, sekaligus membawa obat-obatan, peralatan medis, dan bantuan logistik.

Misi tersebut dijalankan Fakultas Kedokteran (FK) UMI bersama Association of Medical Doctors of Asia (AMDA) Internasional dan AMDA Indonesia.

Dokter spesialis bedah dr Berry Erida Hasbi, ditunjuk memimpin tim. Ia didampingi dr Muhammad Irsan Muflih Mundzir, Muhammad Zhafran Tharif Abdurrahman, M Altaf Fayyaz, dan Muh Asrul Idris, dari Humas UMI.

Dekan FK UMI Dr dr Nasruddin A Mappaware menjelaskan, pengiriman tim dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, UMI tidak hanya mengandalkan tenaga medis, tetapi juga menyiapkan dukungan berupa kebutuhan dasar dan perlengkapan pelayanan kesehatan.

“Kami mengirimkan tim medis, termasuk dokter spesialis bedah, dengan dukungan penuh AMDA Internasional. FK UMI bersama AMDA Internasional juga berhasil menggalang bantuan yang akan disalurkan dalam bentuk kebutuhan mendesak, seperti logistik pangan, obat-obatan, serta peralatan medis untuk mendukung pelayanan di lapangan,” jelasnya.

Di sinilah konsep Kampus Berdampak menemukan bentuk konkretnya: kompetensi akademik diterjunkan untuk menjawab persoalan masyarakat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya