home news

Kemarau Tingkatkan Risiko Karhutla, Perkuat Patroli dan Edukasi Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:43 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah kondisi kemarau yang membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah kondisi kemarau yang membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Kasman, mengatakan penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat.

“Kalau terjadi kebakaran, teman-teman di lapangan langsung turun memadamkan bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni,” kata Kasman, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sejumlah titik kebakaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah dipadamkan. Seperti di wilayah Luwu raya, Ajatappareng, Enrekang, Toraja dan Gowa. Di Kabupaten Enrekang, kebakaran di kawasan Gunung Nona dilaporkan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Kebakaran juga sempat terjadi di Kota Parepare dan telah mendapat penanganan.

Menurut Kasman, petugas masih melakukan pemantauan, evaluasi, dan pendataan untuk memastikan luasan lahan yang terdampak. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan.

“Titik-titik tersebut sudah padam. Teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk pendataan luasan terbakar serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam penanganan di lapangan, petugas juga mendapat dukungan kelompok tani dan masyarakat. Kolaborasi diperlukan terutama ketika titik api berada di lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya