Kalla Rescue Konsisten Kawal Siaga SAR Merah Putih di Bawakaraeng
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:36 WIB
Kalla Rescue kembali menunjukkan konsistensinya dalam misi kemanusiaan dengan terlibat dalam Siaga SAR Merah Putih 2026 di Gunung Bawakaraeng. Foto/Istimewa
Kalla Rescue kembali menunjukkan konsistensinya dalam misi kemanusiaan dengan terlibat dalam Siaga SAR Merah Putih 2026 di Gunung Bawakaraeng.
Selama empat hari pelaksanaan, 15–18 Agustus 2026, tim Kalla Rescue bersama personel SAR gabungan disiagakan untuk memastikan keselamatan ribuan pendaki yang mengikuti pendakian dan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ketua Kalla Rescue, Kurniawan Djaya, mengatakan timnya menjalankan sejumlah tugas selama kegiatan, mulai dari mendirikan posko, melakukan evakuasi, hingga membantu penanganan pendaki yang mengalami sakit maupun cedera.
“Antusiasme masyarakat untuk mengikuti pengibaran Bendera Merah Putih di Gunung Bawakaraeng setiap tahunnya cukup tinggi. Kondisi ini tentu berpotensi meningkatkan risiko keadaan darurat selama pendakian. Karena itu, kami terus mengingatkan para pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental sejak jauh hari agar tetap prima selama perjalanan,” tutur Kurniawan.
Selain kesiapan fisik, Kalla Rescue juga mengimbau pendaki menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, terutama di tengah musim kemarau.
Sepanjang pelaksanaan Siaga SAR Merah Putih 2026, tercatat 3.786 pendaki mengikuti rangkaian pendakian Gunung Bawakaraeng. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 pendaki mengalami kendala fisik dan membutuhkan penanganan tim SAR.
Sebagian besar kasus berkaitan dengan hipotermia, asma, kelelahan parah, serta cedera kaki. Kondisi tersebut terjadi di tengah jalur pendakian yang padat dan suhu dingin yang cukup ekstrem.
Selama empat hari pelaksanaan, 15–18 Agustus 2026, tim Kalla Rescue bersama personel SAR gabungan disiagakan untuk memastikan keselamatan ribuan pendaki yang mengikuti pendakian dan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ketua Kalla Rescue, Kurniawan Djaya, mengatakan timnya menjalankan sejumlah tugas selama kegiatan, mulai dari mendirikan posko, melakukan evakuasi, hingga membantu penanganan pendaki yang mengalami sakit maupun cedera.
“Antusiasme masyarakat untuk mengikuti pengibaran Bendera Merah Putih di Gunung Bawakaraeng setiap tahunnya cukup tinggi. Kondisi ini tentu berpotensi meningkatkan risiko keadaan darurat selama pendakian. Karena itu, kami terus mengingatkan para pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental sejak jauh hari agar tetap prima selama perjalanan,” tutur Kurniawan.
Selain kesiapan fisik, Kalla Rescue juga mengimbau pendaki menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, terutama di tengah musim kemarau.
Sepanjang pelaksanaan Siaga SAR Merah Putih 2026, tercatat 3.786 pendaki mengikuti rangkaian pendakian Gunung Bawakaraeng. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 pendaki mengalami kendala fisik dan membutuhkan penanganan tim SAR.
Sebagian besar kasus berkaitan dengan hipotermia, asma, kelelahan parah, serta cedera kaki. Kondisi tersebut terjadi di tengah jalur pendakian yang padat dan suhu dingin yang cukup ekstrem.