Andi Syahrum Bawa Dua Usulan Atasi Krisis Air Makassar ke Kementerian PU
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 21 Agustus 2026 - 15:57 WIB
Pertemuan jajaran PDAM Makassar bersama pihak dari Kementerian PU. Foto: Istimewa
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfasilitasi pembangunan bendung karet di sekitar Sungai Tello. Ia juga meminta air Bendungan Nipa-Nipa di Kecamatan Manggala dapat dimanfaatkan untuk menambah pasokan air baku Kota Makassar.
Permintaan itu disampaikan langsung oleh Plt Dirut PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum saat melakukan pemaparan dan koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian PU RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan, Andi Syahrum diterima oleh Rani Charisma Dewi dan Rethon Muliana Canopy yang mewakili Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PU RI.
Andi Syahrum mengatakan pembangunan bendung karet di Sungai Tello dibutuhkan untuk membantu menekan kadar total dissolved solids (TDS) di kawasan pompa Manggala. Tingginya TDS dinilai dapat memengaruhi kinerja pompa dan pengolahan air baku.
"Yang pertama adalah bagaimana bisa ada bendung karet di Sungai Tello supaya tingkat TDS di daerah pompa Manggala ini bisa kita minimalisir, sehingga pompa kita bisa berjalan dengan baik," kata Andi.
Selain bendung karet, Andi Syahrum juga mengusulkan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Manggala. Tambahan pasokan itu diharapkan meningkatkan debit air yang dapat diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.
"Kemudian yang kedua, bagaimana kami bisa difasilitasi menggunakan air yang ada di Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Manggala supaya debit kita bisa bertambah," ujarnya.
Permintaan itu disampaikan langsung oleh Plt Dirut PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum saat melakukan pemaparan dan koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian PU RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan, Andi Syahrum diterima oleh Rani Charisma Dewi dan Rethon Muliana Canopy yang mewakili Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PU RI.
Andi Syahrum mengatakan pembangunan bendung karet di Sungai Tello dibutuhkan untuk membantu menekan kadar total dissolved solids (TDS) di kawasan pompa Manggala. Tingginya TDS dinilai dapat memengaruhi kinerja pompa dan pengolahan air baku.
"Yang pertama adalah bagaimana bisa ada bendung karet di Sungai Tello supaya tingkat TDS di daerah pompa Manggala ini bisa kita minimalisir, sehingga pompa kita bisa berjalan dengan baik," kata Andi.
Selain bendung karet, Andi Syahrum juga mengusulkan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Manggala. Tambahan pasokan itu diharapkan meningkatkan debit air yang dapat diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.
"Kemudian yang kedua, bagaimana kami bisa difasilitasi menggunakan air yang ada di Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Manggala supaya debit kita bisa bertambah," ujarnya.