Kemenkum Sulsel Utus 17 ASN Ikuti Lomba MTQ VIII KORPRI Tahun 2026
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 21 Agustus 2026 - 21:29 WIB
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengutus 17 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengutus 17 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Sulsel. Penetapan peserta telah melalui rapat bersama Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, di Ruang Rapat, Jumat (21/8/2026).
Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari partisipasi Kementerian Hukum dalam MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdasarkan Surat Perintah Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nomor SEK-UM.03.07-483 tertanggal 20 Agustus 2026, pegawai yang ditetapkan ditugaskan untuk mengikuti kegiatan MTQ KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026.
Pembukaan secara resmi rangkaian kegiatan akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di Lapangan Karebosi Makassar. Dalam ajang tersebut, 17 ASN Kanwil Kemenkum Sulsel mengikuti sejumlah cabang lomba, yakni Tartil Al-Qur’an, Khotbah Jumat Pria, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Kaligrafi Lukis Kontemporer, Hafalan Al-Qur’an, Doa, Dakwah Al-Qur’an, Cipta Baca Puisi, dan Adzan.
Andi Basmal menyampaikan dukungannya kepada seluruh ASN yang telah ditetapkan sebagai peserta. Ia berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sebagai ASN.
“Berikan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas, kebersamaan, dan nilai-nilai keagamaan dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” ujar Andi Basmal.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri secara optimal dan membawa nama baik Kementerian Hukum selama mengikuti rangkaian MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026.
“Yang terpenting adalah tampil maksimal dan menjaga nama baik organisasi. Apapun hasilnya, pengalaman ini diharapkan memberikan manfaat dan menjadi bagian dari pembinaan karakter ASN yang berintegritas,” tutupnya.
Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari partisipasi Kementerian Hukum dalam MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdasarkan Surat Perintah Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nomor SEK-UM.03.07-483 tertanggal 20 Agustus 2026, pegawai yang ditetapkan ditugaskan untuk mengikuti kegiatan MTQ KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026.
Pembukaan secara resmi rangkaian kegiatan akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di Lapangan Karebosi Makassar. Dalam ajang tersebut, 17 ASN Kanwil Kemenkum Sulsel mengikuti sejumlah cabang lomba, yakni Tartil Al-Qur’an, Khotbah Jumat Pria, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Kaligrafi Lukis Kontemporer, Hafalan Al-Qur’an, Doa, Dakwah Al-Qur’an, Cipta Baca Puisi, dan Adzan.
Andi Basmal menyampaikan dukungannya kepada seluruh ASN yang telah ditetapkan sebagai peserta. Ia berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sebagai ASN.
“Berikan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas, kebersamaan, dan nilai-nilai keagamaan dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” ujar Andi Basmal.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri secara optimal dan membawa nama baik Kementerian Hukum selama mengikuti rangkaian MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026.
“Yang terpenting adalah tampil maksimal dan menjaga nama baik organisasi. Apapun hasilnya, pengalaman ini diharapkan memberikan manfaat dan menjadi bagian dari pembinaan karakter ASN yang berintegritas,” tutupnya.
(gus)