home news

Bantu Pengungsi Gempa NTT, Semen Tonasa Salurkan Logistik & Trauma Healing

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:08 WIB
PT Semen Tonasa menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta kepada warga terdampak gempa yang mengungsi di Kampung Londar, Kecamatan Mancang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto/Istimewa
PT Semen Tonasa menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta kepada warga terdampak gempa yang mengungsi di Kampung Londar, Desa Sarae Naru, Kecamatan Mancang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), 20 Agustus 2026. Selain bantuan kebutuhan pokok, perusahaan juga menggelar trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak di lokasi pengungsian.

Bantuan logistik yang disalurkan berupa beras, mi instan, telur, dan biskuit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengungsi. Bantuan tersebut merupakan kolaborasi TJSL Semen Tonasa dan TJSL SIG sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

GM Komunikasi, Hukum dan Sarana Umum PT Semen Tonasa, Muhammad Mursham, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

“NTT merupakan salah satu wilayah pasar Semen Tonasa. Karena itu, hubungan yang kami bangun dengan masyarakat di wilayah ini bukan hanya dalam konteks bisnis, tetapi juga bagaimana kami dapat hadir dan memberikan manfaat ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit,” ujarnya.

Menurut Mursham, kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus memberikan dukungan moril kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan pendampingan pascabencana,” katanya.

Selain bantuan logistik, Semen Tonasa memberikan trauma healing bagi anak-anak di pengungsian. Kegiatan ini dilakukan karena dampak bencana tidak hanya berupa kerugian material, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, terutama anak-anak yang lebih rentan menghadapi situasi krisis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya