home news

Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari

Jum'at, 28 Agustus 2026 - 09:14 WIB
Pelindo dan PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) memperkuat arus logistik nikel melalui Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto/Istimewa
Pelindo dan PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) memperkuat arus logistik nikel melalui Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan lahan penumpukan dan pelayanan bongkar muat bijih nikel, sekaligus membuka peluang Pelabuhan Kendari menjadi simpul pengiriman produk hasil pengolahan mineral.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh General Manager Pelindo Regional 4 Kendari, Herryanto, dan Direktur PT IKM, Dian Hadinata, di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, kemarin. Penandatanganan disaksikan Senior Vice President Kerja Sama Usaha dan Pembinaan Anak Perusahaan PT Pelindo Multi Terminal (PMT), I Wayan Wirawan.

I Wayan mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan fasilitas Pelabuhan Kendari sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok industri pertambangan dan pengolahan mineral di Sulawesi Tenggara.

“Kerja sama ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan serta mendorong peningkatan arus barang melalui Pelabuhan Kendari. Pelindo bersama seluruh entitas di lingkungan perusahaan akan terus memberikan layanan yang andal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” ujarnya.

Menurut I Wayan, kerja sama tersebut diharapkan berkembang tidak hanya pada pelayanan bongkar muat dan penumpukan bijih nikel. Pelindo juga mendorong agar produk hasil pengolahan mineral PT IKM nantinya dapat dikirim melalui Pelabuhan Kendari.

“Kami berpesan agar kerja sama ini terus dikembangkan. Ke depan, hasil olahan smelter PT IKM juga kami harapkan dapat dikirim melalui Pelabuhan Kendari sehingga tercipta kesinambungan arus logistik dari bahan baku hingga produk hasil pengolahan,” katanya.

Dengan pengembangan tersebut, Pelabuhan Kendari berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu pintu distribusi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara. Langkah ini sekaligus mendukung penguatan konektivitas logistik dan agenda hilirisasi industri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya