Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Idrus Marham: Duet Ideal untuk Masa Depan NU
Tim SINDOmakassar
Senin, 31 Agustus 2026 - 16:46 WIB
Kolase foto Idrus Marham dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Foto: Istimewa
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031. Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Penetapan Gus Kikin dilakukan setelah sembilan anggota AHWA bermusyawarah terhadap lima nama calon Ketua Umum PBNU yang sebelumnya diajukan oleh peserta muktamar.
Anggota AHWA KH Anwar Iskandar membacakan keputusan tersebut di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU.
"Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026–2031," ujar Anwar.
Sejumlah media nasional juga melaporkan bahwa Gus Kikin memperoleh dukungan tertinggi dalam proses penjaringan sebelumnya. Berdasarkan laporan Tirto, Gus Kikin memperoleh 472 suara, mengungguli empat kandidat lainnya, sebelum keputusan akhir ditetapkan melalui mekanisme AHWA.
Dengan terpilihnya Gus Kikin, struktur kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 kini terdiri dari KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum. Detik juga melaporkan bahwa penetapan Rais Aam dilakukan melalui musyawarah sembilan anggota AHWA sebelum kemudian hasilnya disahkan dalam forum Muktamar.
Menanggapi hasil Muktamar tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN se Indonesia, Idrus Marham menyampaikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin.
Penetapan Gus Kikin dilakukan setelah sembilan anggota AHWA bermusyawarah terhadap lima nama calon Ketua Umum PBNU yang sebelumnya diajukan oleh peserta muktamar.
Anggota AHWA KH Anwar Iskandar membacakan keputusan tersebut di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU.
"Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026–2031," ujar Anwar.
Sejumlah media nasional juga melaporkan bahwa Gus Kikin memperoleh dukungan tertinggi dalam proses penjaringan sebelumnya. Berdasarkan laporan Tirto, Gus Kikin memperoleh 472 suara, mengungguli empat kandidat lainnya, sebelum keputusan akhir ditetapkan melalui mekanisme AHWA.
Dengan terpilihnya Gus Kikin, struktur kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 kini terdiri dari KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum. Detik juga melaporkan bahwa penetapan Rais Aam dilakukan melalui musyawarah sembilan anggota AHWA sebelum kemudian hasilnya disahkan dalam forum Muktamar.
Menanggapi hasil Muktamar tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN se Indonesia, Idrus Marham menyampaikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin.