Hadapi Kemarau, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulselbar
Tri Yari Kurniawan
Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pasokan LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Barat yang terdampak kondisi kemarau. Foto/Istimewa
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pasokan LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Barat yang terdampak kondisi kemarau. Penguatan dilakukan secara selektif melalui mekanisme extra dropping, dengan dukungan pasokan pada periode minggu ketiga hingga minggu keempat Agustus mencapai 229 persen dari rata-rata alokasi harian.
Sejumlah wilayah yang mendapatkan penguatan pasokan antara lain Wajo, Sidrap, Soppeng, Parepare, Barru, dan Pinrang. Penambahan pasokan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan serta kondisi stok di masing-masing wilayah.
Pertamina melakukan pemantauan secara berkala terhadap pergerakan konsumsi dan ketersediaan LPG 3 Kg untuk menentukan wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
Penguatan distribusi juga dilakukan selama hari libur 17 dan 25 Agustus. Pada dua periode tersebut, penyaluran LPG 3 Kg tetap berjalan dengan realisasi mencapai 200 persen dari alokasi normal harian.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan distribusi di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berlangsung selama periode libur. Di luar penyaluran reguler, extra dropping kembali diberikan kepada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penguatan distribusi dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan agar tambahan pasokan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.
"Kami terus memetakan kebutuhan LPG 3 Kg di wilayah Sulselbar, termasuk daerah yang terdampak kondisi kemarau. Tambahan pasokan diberikan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok serta perkembangan konsumsi di masing-masing wilayah," ujar Lilik.
Sejumlah wilayah yang mendapatkan penguatan pasokan antara lain Wajo, Sidrap, Soppeng, Parepare, Barru, dan Pinrang. Penambahan pasokan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan serta kondisi stok di masing-masing wilayah.
Pertamina melakukan pemantauan secara berkala terhadap pergerakan konsumsi dan ketersediaan LPG 3 Kg untuk menentukan wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
Penguatan distribusi juga dilakukan selama hari libur 17 dan 25 Agustus. Pada dua periode tersebut, penyaluran LPG 3 Kg tetap berjalan dengan realisasi mencapai 200 persen dari alokasi normal harian.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan distribusi di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berlangsung selama periode libur. Di luar penyaluran reguler, extra dropping kembali diberikan kepada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penguatan distribusi dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan agar tambahan pasokan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.
"Kami terus memetakan kebutuhan LPG 3 Kg di wilayah Sulselbar, termasuk daerah yang terdampak kondisi kemarau. Tambahan pasokan diberikan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok serta perkembangan konsumsi di masing-masing wilayah," ujar Lilik.