home news

MediaMIND 2026: PT Vale Bagikan Kisah Pemberdayaan Masyarakat dari Tiga Provinsi

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:49 WIB
PT Vale membagikan kisah pemberdayaan masyarakat dari tiga provinsi pada acara sosialisasi MediaMIND 2026 di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar. Foto/Istimewa
Keberlanjutan pertambangan tak berhenti pada bagaimana mineral ditambang dan dikelola. Bagi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), keberlanjutan juga berarti memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi memiliki kemampuan untuk tumbuh dan mandiri. Praktik tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan di tiga provinsi dan menjadi salah satu kisah yang dibagikan PT Vale dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 150 mahasiswa dan 50 jurnalis Sulawesi Selatan itu, Head of External Relations Regional & Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, memaparkan pendekatan perusahaan dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Menurut Endra, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Program tidak dirancang semata sebagai bentuk bantuan, tetapi melalui pendekatan partisipatif yang berangkat dari kebutuhan dan potensi masyarakat di masing-masing wilayah.

“Program pemberdayaan yang kami jalankan bukan sekadar bantuan, melainkan upaya membangun kemandirian ekonomi dan ekologi masyarakat secara berkelanjutan, mulai dari pertanian, perikanan, hingga pengelolaan lingkungan. Ini adalah kisah-kisah nyata dari lapangan yang kami harap dapat digali lebih dalam oleh jurnalis dan akademisi melalui MediaMIND,” kata Endra.

Program PPM PT Vale dijalankan di tiga provinsi tempat perusahaan beroperasi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Perencanaan program dilakukan berdasarkan pemetaan sosial yang diperbarui secara berkala untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus potensi setiap komunitas.

Implementasinya mencakup tiga pilar utama, yaitu pengembangan sumber daya manusia, pengembangan penghidupan berkelanjutan, serta penguatan resiliensi sosial-ekologi.

Pendekatan tersebut mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan dengan memanfaatkan potensi lokal. Di Sulawesi Selatan, misalnya, PT Vale mengembangkan kawasan agrowisata berbasis komoditas nanas di Desa Tabarano serta mendukung konservasi ekosistem pesisir dan laut di kawasan Malili.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya