home news

Angka Kriminalitas dan Unjuk Rasa di Kota Makassar Turun

Selasa, 01 September 2026 - 06:13 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, di Swiss-Bellhotel Waterfront Makassar, Senin (31/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Jumlah aksi unjuk rasa di Kota Makassar disebut turun drastis, dari yang sebelumnya mencapai ratusan aksi dalam sepekan menjadi 24 aksi. Penurunan tersebut berjalan beriringan dengan turunnya angka kriminalitas.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari penguatan komunikasi antara kepolisian, Pemerintah Kota Makassar, organisasi masyarakat, mahasiswa, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW.

"Iya, drastis. Kan tadi saya tunjukkan angkanya. Pemaparannya ada. Bahkan unjuk rasa yang dulu bisa ratusan dalam satu minggu, sekarang cuma 24 unjuk rasa. Dan titik-titiknya juga tidak ada yang bakar ban, ada bakar ban satu dua tapi ya cuma sebentar. Ini pencapaian yang luar biasa di Kota Makassar," pungkasnya.

Menurut Arya, kebijakan Pemkot Makassar terkait pemilihan RT/RW secara langsung turut memperkuat komunikasi dan kontrol sosial di lingkungan masyarakat.

"Ini kan ada peran dari Pak Wali Kota juga, pemilihan RT/RW secara langsung. Jadi RT/RW secara langsung ini rupanya memberikan pengaruh yang sangat besar," terangnya kepada awak media.

Ia mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan sebelum aksi unjuk rasa berlangsung. Komunikasi tersebut bertujuan memastikan penyampaian pendapat berjalan sesuai aturan.

"Jadi sebelum kejadian (aksi), kami sudah berkomunikasi dengan semuanya untuk melaksanakan unjuk rasa itu dalam kondisi yang baik, sesuai aturan. Jadi, ternyata semua paham gitu. Jadi tidak ada yang melanggar aturan, jam 6 sore sudah selesai semua," tegasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya