Pekan Budaya Nasional: FIB Unhas Ajak Mahasiswa Se-Indonesia Berkarya dan Berkompetisi
Tim SINDOmakassar
Sabtu, 05 September 2026 - 09:54 WIB
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka pendaftaran Pekan Budaya Nasional (PBN) 2026 yang dirangkaikan dengan Kompetisi Mahasiswa Se-Indonesia. Foto: Istimewa
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka pendaftaran Pekan Budaya Nasional (PBN) 2026 yang dirangkaikan dengan Kompetisi Mahasiswa Se-Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli hingga 20 September 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia melalui berbagai cabang perlombaan.
PBN 2026 menghadirkan dua kategori kompetisi. Pada tingkat nasional, cabang yang diperlombakan meliputi Lomba Cerita Pendek (Cerpen), Esai Kebudayaan, dan Video Kampanye Kebudayaan. Sementara itu, kompetisi tingkat regional yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melombakan Musikalisasi Puisi, Solo Pop, dan Tari Kontemporer.
Peserta merupakan mahasiswa aktif jenjang Diploma maupun Sarjana yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku. Kompetisi tingkat nasional terbuka bagi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, sedangkan kompetisi tingkat regional hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Salah satu cabang unggulan dalam PBN 2026 adalah Lomba Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup masyarakat yang berdampak pada menurunnya minat generasi muda terhadap warisan budaya.
Di sisi lain, perkembangan media digital membuka peluang baru dalam upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan. Melalui media video, mahasiswa didorong menghasilkan konten yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mengangkat berbagai isu strategis, seperti pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat adat, penguatan identitas lokal, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga pemanfaatan kebudayaan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Dr Ilham, mengatakan PBN 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia melalui berbagai cabang perlombaan.
PBN 2026 menghadirkan dua kategori kompetisi. Pada tingkat nasional, cabang yang diperlombakan meliputi Lomba Cerita Pendek (Cerpen), Esai Kebudayaan, dan Video Kampanye Kebudayaan. Sementara itu, kompetisi tingkat regional yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melombakan Musikalisasi Puisi, Solo Pop, dan Tari Kontemporer.
Peserta merupakan mahasiswa aktif jenjang Diploma maupun Sarjana yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku. Kompetisi tingkat nasional terbuka bagi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, sedangkan kompetisi tingkat regional hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Salah satu cabang unggulan dalam PBN 2026 adalah Lomba Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup masyarakat yang berdampak pada menurunnya minat generasi muda terhadap warisan budaya.
Di sisi lain, perkembangan media digital membuka peluang baru dalam upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan. Melalui media video, mahasiswa didorong menghasilkan konten yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mengangkat berbagai isu strategis, seperti pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat adat, penguatan identitas lokal, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga pemanfaatan kebudayaan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Dr Ilham, mengatakan PBN 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif.