Erupsi Anak Krakatau, 14 Penerbangan Menuju Soekarno Hatta Dibatalkan
Najmi S Limonu
Senin, 07 September 2026 - 11:47 WIB
Antrean penumpang di Area Check-in Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masih terkendala akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).
Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengatakan hingga pukul 13.00 WIB, sejumlah penerbangan masih dibatalkan.
Dia menjelaskan, sejauh ini terdapat sekitar 14 penerbangan kedatangan dan sembilan penerbangan keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak.
"Namun angka ini masih fleksibel tergantung update terbaru dari Bandara Soekarno Hatta," ungkapnya.
Lukman mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru terkait operasional Bandara Soekarno-Hatta yang hingga siang hari masih ditutup.
"Kami masih menunggu update terakhir operasional Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini masih ditutup," ujar Lukman saat ditemui wartawan, Selasa (7/9/2026).
Ia menyebut kondisi operasional penerbangan masih sangat dinamis. Karena itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai terkait perkembangan penerbangan dan penanganan penumpang yang terdampak.
Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengatakan hingga pukul 13.00 WIB, sejumlah penerbangan masih dibatalkan.
Dia menjelaskan, sejauh ini terdapat sekitar 14 penerbangan kedatangan dan sembilan penerbangan keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak.
"Namun angka ini masih fleksibel tergantung update terbaru dari Bandara Soekarno Hatta," ungkapnya.
Lukman mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru terkait operasional Bandara Soekarno-Hatta yang hingga siang hari masih ditutup.
"Kami masih menunggu update terakhir operasional Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini masih ditutup," ujar Lukman saat ditemui wartawan, Selasa (7/9/2026).
Ia menyebut kondisi operasional penerbangan masih sangat dinamis. Karena itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai terkait perkembangan penerbangan dan penanganan penumpang yang terdampak.