home news

Dari Jalan Kaki hingga Kendaraan Listrik, PLN UIP Sulawesi Tekan Emisi Karbon

Selasa, 08 September 2026 - 11:06 WIB
Program Clean Energy Day dilaksanakan setiap Jumat untuk mendorong pegawai PLN UIP Sulawesi memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Foto/Istimewa
Kebiasaan memilih transportasi ramah lingkungan setiap Jumat membawa dampak nyata bagi upaya pengurangan emisi di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi. Selama enam bulan pelaksanaan Clean Energy Day, program tersebut mencatat potensi pengurangan emisi sebesar 4.374,91 kilogram atau sekitar 4,3 ton CO₂.

Berdasarkan data sistem monitoring Clean Energy Day, sebanyak 2.594 perjalanan pulang-pergi pegawai tercatat sejak program dimulai pada 10 April 2026. Dari perjalanan tersebut, total jarak yang ditempuh mencapai 26.614 kilometer, dengan potensi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 1.978,06 liter.

Program Clean Energy Day dilaksanakan setiap Jumat untuk mendorong pegawai PLN UIP Sulawesi memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dalam perjalanan menuju dan dari tempat kerja. Pilihan tersebut beragam, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, transportasi daring berbasis kendaraan listrik, hingga kendaraan listrik pribadi.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan Clean Energy Day merupakan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurut Aditya, perubahan perilaku dalam mobilitas sehari-hari dapat memberikan dampak positif ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Melalui Clean Energy Day, kami ingin mengajak seluruh pegawai membangun kebiasaan sederhana yang lebih ramah lingkungan, terutama melalui pilihan transportasi sehari-hari. Minggu ini saya sendiri memilih menggunakan sepeda ke kantor. Selain lebih ramah lingkungan, sekaligus menjadi waktu untuk berolahraga,” ujar Aditya.

Ia mengapresiasi konsistensi pegawai yang tetap bersemangat mengikuti program tersebut setiap Jumat. Menurutnya, partisipasi yang terus terjaga menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan budaya di lingkungan kerja.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya