150 Peserta di Mapomdam XIV/Hasanuddin Ikuti Edukasi Safety Riding Asmo Sulsel
Tim SINDOmakassar
Selasa, 08 September 2026 - 16:37 WIB
Sekitar 150 peserta di Markas Polisi Militer Kodam XIV/Hasanuddin (Mapomdam XIV/Hsn), Makassar, mendapat edukasi keselamatan berkendara dari Asmo Sulsel. Foto/Istimewa
Sekitar 150 peserta di Markas Polisi Militer Kodam XIV/Hasanuddin (Mapomdam XIV/Hsn), Makassar, mendapat edukasi keselamatan berkendara dari Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), belum lama ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Asmo Sulsel mendorong kesadaran, kedisiplinan, dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.
Edukasi safety riding tersebut dipandu Wanny, Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel. Para peserta dibekali pemahaman mengenai keselamatan berkendara yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Menurut Wanny, keselamatan berkendara tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas di jalan.
“Safety riding bukan sekadar mengetahui aturan lalu lintas, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam keseharian. Mulai dari mempersiapkan kondisi diri, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, memahami situasi di jalan, hingga menjaga kedisiplinan dan etika berkendara,” ujar Wanny.
Ia mengatakan, edukasi keselamatan berkendara juga merupakan langkah preventif untuk membantu pengendara mengenali berbagai risiko di jalan dan mengambil keputusan secara tepat. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk membangun budaya berkendara yang aman dan tertib.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan. Kami berharap edukasi ini dapat membantu peserta semakin sadar dan mampu menerapkan prinsip keselamatan dalam aktivitas berkendara sehari-hari,” katanya.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan pihaknya akan terus memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk instansi.
Edukasi safety riding tersebut dipandu Wanny, Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel. Para peserta dibekali pemahaman mengenai keselamatan berkendara yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Menurut Wanny, keselamatan berkendara tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas di jalan.
“Safety riding bukan sekadar mengetahui aturan lalu lintas, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam keseharian. Mulai dari mempersiapkan kondisi diri, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, memahami situasi di jalan, hingga menjaga kedisiplinan dan etika berkendara,” ujar Wanny.
Ia mengatakan, edukasi keselamatan berkendara juga merupakan langkah preventif untuk membantu pengendara mengenali berbagai risiko di jalan dan mengambil keputusan secara tepat. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk membangun budaya berkendara yang aman dan tertib.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan. Kami berharap edukasi ini dapat membantu peserta semakin sadar dan mampu menerapkan prinsip keselamatan dalam aktivitas berkendara sehari-hari,” katanya.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan pihaknya akan terus memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk instansi.