PLN UIP Sulawesi Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik & Pencegahan Kebakaran di Kaluku Bodoa
Tim SINDOmakassar
Selasa, 08 September 2026 - 16:58 WIB
PLN UIP Sulawesi membekali warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pengetahuan tentang keselamatan kelistrikan dan keterampilan menggunakan APAR. Foto/IST
Upaya mencegah kebakaran dari lingkungan rumah tangga diperkuat PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi dengan membekali warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pengetahuan tentang keselamatan kelistrikan dan keterampilan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Sabtu (5/9).
Edukasi tersebut menjadi bagian dari Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Kaluku Bodoa. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih tangguh, sigap, dan mampu melakukan langkah pencegahan maupun respons awal terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN UIP Sulawesi memberikan edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman di rumah tangga, potensi bahaya kelistrikan, serta langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini.
Tak hanya melalui pemaparan materi, peserta juga mendapatkan praktik penggunaan APAR. Untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat kelurahan, PLN UIP Sulawesi turut menyerahkan lima unit APAR yang dapat digunakan oleh Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan edukasi keselamatan kelistrikan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi potensi kebakaran, khususnya di lingkungan permukiman.
“Potensi bencana dapat terjadi kapan saja, tetapi risikonya dapat kita kurangi melalui kesiapsiagaan, pengetahuan, dan tindakan pencegahan yang tepat. Melalui kegiatan ini, PLN UIP Sulawesi berupaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait penggunaan listrik yang aman, karena salah satu potensi penyebab kebakaran di lingkungan rumah tangga dapat berasal dari instalasi atau penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar,” ujar Aditya.
Menurut Aditya, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi turut diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Kaluku Bodoa. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih tangguh, sigap, dan mampu melakukan langkah pencegahan maupun respons awal terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN UIP Sulawesi memberikan edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman di rumah tangga, potensi bahaya kelistrikan, serta langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini.
Tak hanya melalui pemaparan materi, peserta juga mendapatkan praktik penggunaan APAR. Untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat kelurahan, PLN UIP Sulawesi turut menyerahkan lima unit APAR yang dapat digunakan oleh Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan edukasi keselamatan kelistrikan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi potensi kebakaran, khususnya di lingkungan permukiman.
“Potensi bencana dapat terjadi kapan saja, tetapi risikonya dapat kita kurangi melalui kesiapsiagaan, pengetahuan, dan tindakan pencegahan yang tepat. Melalui kegiatan ini, PLN UIP Sulawesi berupaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait penggunaan listrik yang aman, karena salah satu potensi penyebab kebakaran di lingkungan rumah tangga dapat berasal dari instalasi atau penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar,” ujar Aditya.
Menurut Aditya, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi turut diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.