Unhas di Usia 70 Tahun, Perkuat Inovasi Kejar Peringkat 500 Besar Dunia
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 10 September 2026 - 15:26 WIB
Suasana Upacara Dies Natalis Unhas ke-70, di Gedung Baruga AP Pettarani, Kampus Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Universitas Hasanuddin (Unhas) memperingati Dies Natalis ke-70 di Gedung Baruga AP Pettarani, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema "Berdampak Mendunia", peringatan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan dan pencapaian Unhas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa bersyukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih Unhas selama lima tahun terakhir. Sejumlah pencapaian tersebut, menurutnya, bahkan tidak pernah dibayangkan.
"Mungkin agak emosional bagi saya karena selama 5 tahun saya jadi rektor, merasakan betul dari capaian-capaian itu saya kadang-kadang memikirkan sendiri, kok kita bisa ya mencapai hal-hal yang dulu kita nggak pernah bayangkan," ungkapnya kepada wartawan.
Prof. Jamaluddin mengatakan kekuatan Unhas dalam menghadapi berbagai tantangan tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh sivitas akademika.
"Saya menemukan satu kata bahwa di situ yang membuat kami itu bisa besar dan bertahan seperti ini, walaupun diterpa oleh gelombang dan badai, itu adalah semangat kebersamaan, semangat untuk saling memperkuat, semangat untuk memelihara harapan, semangat untuk memelihara emosional, semangat untuk memastikan cita-cita, visi itu selalu menjadi bagian dari tujuan," tambahnya.
Menurutnya, perbedaan strategi dan pandangan dalam pengelolaan perguruan tinggi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengalahkan tujuan bersama.
Mengusung tema "Berdampak Mendunia", peringatan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan dan pencapaian Unhas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa bersyukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih Unhas selama lima tahun terakhir. Sejumlah pencapaian tersebut, menurutnya, bahkan tidak pernah dibayangkan.
"Mungkin agak emosional bagi saya karena selama 5 tahun saya jadi rektor, merasakan betul dari capaian-capaian itu saya kadang-kadang memikirkan sendiri, kok kita bisa ya mencapai hal-hal yang dulu kita nggak pernah bayangkan," ungkapnya kepada wartawan.
Prof. Jamaluddin mengatakan kekuatan Unhas dalam menghadapi berbagai tantangan tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh sivitas akademika.
"Saya menemukan satu kata bahwa di situ yang membuat kami itu bisa besar dan bertahan seperti ini, walaupun diterpa oleh gelombang dan badai, itu adalah semangat kebersamaan, semangat untuk saling memperkuat, semangat untuk memelihara harapan, semangat untuk memelihara emosional, semangat untuk memastikan cita-cita, visi itu selalu menjadi bagian dari tujuan," tambahnya.
Menurutnya, perbedaan strategi dan pandangan dalam pengelolaan perguruan tinggi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengalahkan tujuan bersama.