Antrean BBM Meningkat, Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar
Tim SINDOmakassar
Kamis, 10 September 2026 - 16:32 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar, dimana total kini terdapat 25 SPBU yang beroperasi 24 jam. Foto/Istimewa
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 25 SPBU di Makassar yang melayani masyarakat tanpa batas waktu untuk memperluas akses pengisian BBM sekaligus mengurangi kepadatan antrean pada jam-jam tertentu.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah Pertamina merespons dinamika antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam tiga bulan terakhir, antrean masih terlihat di beberapa titik, sementara dalam dua hingga tiga hari terakhir kepadatan juga meningkat pada penyaluran Pertalite.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan terhadap Solar JBT juga mengalami peningkatan sekitar 10–15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. Pertamina menyebut peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam memberikan masyarakat pilihan waktu yang lebih luas untuk melakukan pengisian BBM.
“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik.
Selain memperpanjang jam operasional, Pertamina menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi dan mengurai kepadatan di lapangan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah Pertamina merespons dinamika antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam tiga bulan terakhir, antrean masih terlihat di beberapa titik, sementara dalam dua hingga tiga hari terakhir kepadatan juga meningkat pada penyaluran Pertalite.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan terhadap Solar JBT juga mengalami peningkatan sekitar 10–15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. Pertamina menyebut peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam memberikan masyarakat pilihan waktu yang lebih luas untuk melakukan pengisian BBM.
“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik.
Selain memperpanjang jam operasional, Pertamina menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi dan mengurai kepadatan di lapangan.