home news

Perkuat Akses Pendanaan Riset BRIN, Riset Jangan Hanya Selesai Diteliti Harus Dimanfaatkan

Jum'at, 11 September 2026 - 20:53 WIB
Suasana Sosialisasi Skema Pendanaan Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026, yang digelar di Classroom LPM Lantai 6 UMI, Jumat,(11/9/2026). Foto: Istimewa
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat kapasitas dosen dan penelitinya dalam memperoleh pendanaan riset nasional. Salah satunya melalui Sosialisasi Skema Pendanaan Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026, yang digelar di Classroom LPM Lantai 6 UMI, Jumat,(11/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI tersebut menghadirkan Prof Agus Haryono, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN RI, sebagai narasumber utama.

Rektor UMI Prof Hambali Thalib, diwakili oleh Wakil Rektor II UMI Prof Zakir Sabara H.W sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Turut hadir Ismail Sulaiman, Staf Ahli Deputi BRIN RI yang juga Penanggung Jawab Kegiatan Indonesia Timur dan Ahli Madya Analis Pemanfaatan Iptek, serta Prof Muhammad Hattah Fattah, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI.

Kegiatan berlangsung secara hybrid dan secara khusus diikuti para dosen/peneliti yang telah memasukkan proposal riset BRIN. Tercatat sebanyak 30 peserta hadir secara langsung (offline) dan 31 peserta mengikuti secara daring (online).

Mewakili Rektor UMI, Prof Zakir Sabara menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti pada sosialisasi skema pendanaan. Menurutnya, peluang pendanaan BRIN yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan oleh dosen dan peneliti UMI dengan memperkuat kualitas proposal serta menyesuaikannya dengan skema pendanaan yang tepat.

Peserta, kata Prof Zakir, perlu memanfaatkan kehadiran langsung pihak BRIN untuk mendapatkan masukan terhadap proposal yang telah disiapkan. Mulai dari melihat kekuatan proposal, menemukan bagian yang masih lemah hingga menentukan kesesuaian proposal dengan skema pendanaan BRIN. Hal tersebut sejalan dengan arahan Rektor agar proposal dibuka dan dibedah bersama, kemudian diperbaiki sebelum diajukan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya