Riset AI, TikTok, dan Instagram Reels, Tiga Mahasiswa PBI UMI Tampil di Forum Internasional
Tim SINDOmakassar
Sabtu, 12 September 2026 - 17:35 WIB
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kapasitas akademiknya di forum internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kapasitas akademiknya di forum internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI tampil sebagai presenter pada APSPBI International Conference and Annual Business Meeting 2026 yang berlangsung pada 10–11 September 2026 di Millennium Hotel, Jakarta.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Sesanda, Amalia Kartika, dan Nurhalizah Bachtiar. Mereka mempresentasikan tiga penelitian yang bersinggungan langsung dengan perkembangan mutakhir pendidikan bahasa Inggris di era digital, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), praktik berbahasa di TikTok, hingga agensi guru melalui Instagram Reels.
Sesanda mempresentasikan penelitian berjudul “Digital and AI Literacy for ELT: A Systematic Literature Review of Educational Evidence and Implications for EFL Learning.”
Melalui systematic literature review, penelitian tersebut menelaah berbagai bukti ilmiah mengenai literasi digital dan kecerdasan buatan dalam pengajaran bahasa Inggris serta implikasinya terhadap pembelajaran English as a Foreign Language (EFL).
Kajian ini relevan dengan semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan. Teknologi tidak hanya menawarkan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga menuntut kemampuan literasi digital, berpikir kritis, serta penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Amalia Kartika mengangkat fenomena pembelajaran bahasa melalui TikTok dalam penelitian berjudul “Translanguaging Practices and Communicative Functions in Religious-English Language Education Content on TikTok: Implications for Digital Literacy.”
Penelitian tersebut mengkaji praktik translanguaging dan fungsi komunikatif dalam konten pendidikan bahasa Inggris bernuansa keagamaan di TikTok. Kajian ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang komunikasi sekaligus ruang pembelajaran bahasa yang adaptif dengan karakter generasi digital.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Sesanda, Amalia Kartika, dan Nurhalizah Bachtiar. Mereka mempresentasikan tiga penelitian yang bersinggungan langsung dengan perkembangan mutakhir pendidikan bahasa Inggris di era digital, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), praktik berbahasa di TikTok, hingga agensi guru melalui Instagram Reels.
Sesanda mempresentasikan penelitian berjudul “Digital and AI Literacy for ELT: A Systematic Literature Review of Educational Evidence and Implications for EFL Learning.”
Melalui systematic literature review, penelitian tersebut menelaah berbagai bukti ilmiah mengenai literasi digital dan kecerdasan buatan dalam pengajaran bahasa Inggris serta implikasinya terhadap pembelajaran English as a Foreign Language (EFL).
Kajian ini relevan dengan semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan. Teknologi tidak hanya menawarkan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga menuntut kemampuan literasi digital, berpikir kritis, serta penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Amalia Kartika mengangkat fenomena pembelajaran bahasa melalui TikTok dalam penelitian berjudul “Translanguaging Practices and Communicative Functions in Religious-English Language Education Content on TikTok: Implications for Digital Literacy.”
Penelitian tersebut mengkaji praktik translanguaging dan fungsi komunikatif dalam konten pendidikan bahasa Inggris bernuansa keagamaan di TikTok. Kajian ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang komunikasi sekaligus ruang pembelajaran bahasa yang adaptif dengan karakter generasi digital.