Antrean BBM di Gowa, Takalar & Maros Kondusif, Pertamina Tambah Penyaluran 15 Persen
Tim SINDOmakassar
Rabu, 16 September 2026 - 10:44 WIB
Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros, Sulawesi Selatan, terpantau kondusif. Foto/Istimewa
Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros, Sulawesi Selatan, terpantau kondusif. Antrean kendaraan tidak terlihat mengular hingga badan jalan sehingga aktivitas lalu lintas di sekitar SPBU tetap berjalan normal.
Kondisi tersebut sejalan dengan langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang memperkuat penyaluran BBM untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Sepanjang Juni hingga Agustus 2026, volume penyaluran BBM di wilayah Sulawesi Selatan ditambah sekitar 10–15 persen dibandingkan penyaluran normal.
Penambahan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya di wilayah sekitar Kota Makassar dan daerah penyangga. Pertamina juga terus memantau kondisi SPBU serta berkoordinasi dengan lembaga penyalur guna memastikan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi SPBU di Gowa, Takalar, dan Maros saat ini terpantau kondusif. Menurut dia, penguatan penyaluran menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kami terus memantau kondisi SPBU di wilayah sekitar Makassar. Untuk Gowa, Takalar, dan Maros, kondisi di lapangan saat ini terpantau kondusif dan antrean tidak sampai mengganggu badan jalan. Sebelumnya, selama Juni hingga Agustus, kami juga telah menambah penyaluran BBM sekitar 10–15 persen untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat,” ujar Okky.
Okky mengatakan penyaluran BBM akan terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di setiap wilayah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan optimal sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan terus melihat perkembangan kebutuhan di setiap wilayah dan melakukan penyesuaian penyaluran bila diperlukan. Yang paling penting, distribusi tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terjaga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” katanya.
Kondisi tersebut sejalan dengan langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang memperkuat penyaluran BBM untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Sepanjang Juni hingga Agustus 2026, volume penyaluran BBM di wilayah Sulawesi Selatan ditambah sekitar 10–15 persen dibandingkan penyaluran normal.
Penambahan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya di wilayah sekitar Kota Makassar dan daerah penyangga. Pertamina juga terus memantau kondisi SPBU serta berkoordinasi dengan lembaga penyalur guna memastikan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi SPBU di Gowa, Takalar, dan Maros saat ini terpantau kondusif. Menurut dia, penguatan penyaluran menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kami terus memantau kondisi SPBU di wilayah sekitar Makassar. Untuk Gowa, Takalar, dan Maros, kondisi di lapangan saat ini terpantau kondusif dan antrean tidak sampai mengganggu badan jalan. Sebelumnya, selama Juni hingga Agustus, kami juga telah menambah penyaluran BBM sekitar 10–15 persen untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat,” ujar Okky.
Okky mengatakan penyaluran BBM akan terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di setiap wilayah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan optimal sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan terus melihat perkembangan kebutuhan di setiap wilayah dan melakukan penyesuaian penyaluran bila diperlukan. Yang paling penting, distribusi tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terjaga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” katanya.