home news

Pelindo Marine Dorong Perajin Batik Eks-Dolly Naik Kelas di Era Industri 5.0

Kamis, 17 September 2026 - 08:58 WIB
Perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, memperkuat keterampilan dan kapasitas usaha melalui pelatihan di Yogyakarta yang difasilitasi oleh Pelindo Marine. Foto/IST
Perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, memperkuat keterampilan dan kapasitas usaha melalui pelatihan di Yogyakarta. Kegiatan yang digelar PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) pada 11–13 September 2026 tersebut mencakup penguatan teknik membatik, pemanfaatan pewarna alami, inovasi desain, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi.

Pelatihan yang berlangsung di Hotwax Studio, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini menjadi bagian dari upaya Pelindo Marine mendorong kemandirian dan daya saing UMK binaan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan teknologi.

Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service, Lia Indi Agustiana, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari keberhasilan Program TJSL Prioritas UMKM “Batik Maritim Surabaya”. Program yang merupakan kolaborasi Pelindo Marine dengan perajin Batik Kriya Punden di kawasan eks lokalisasi Dolly itu sebelumnya meraih penghargaan dalam ajang Pelindo TJSL Award.

“Keberhasilan program ini membuktikan bahwa perajin Batik Kriya Punden memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, kami terus menghadirkan program lanjutan guna memperkuat kemandirian, meningkatkan daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha mereka,” ujar Lia.

Dalam pelatihan tersebut, para perajin tidak hanya mendapatkan penguatan keterampilan teknis, tetapi juga diajak mengembangkan desain dan mengeksplorasi penggunaan pewarna alami. Aspek pemasaran turut menjadi perhatian melalui pengenalan strategi berbasis teknologi untuk memperluas jangkauan pasar.

Seniman batik modern sekaligus Founder Hotwax Studio, Bayu Aria Widhi Kristanto, mengatakan Batik Kriya Punden telah memiliki fondasi yang baik untuk dikembangkan lebih jauh.

“Perajin Batik Kriya Punden telah memiliki fondasi yang baik. Kami ingin memperkaya wawasan mereka agar mampu memadukan kreativitas, nilai budaya, dan teknologi sehingga batik yang dihasilkan semakin berdaya saing di era Industri 5.0,” kata Bayu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya